Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Cetak Santri Sadar Lingkungan, PBNU Luncurkan Program Pesantren Hijau

Minggu, 4 September 2022 09:48 WIB
Cetak Santri Sadar Lingkungan, PBNU Luncurkan Program Pesantren Hijau

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi meluncurkan Program Pesantren Hijau dalam rangka mencetak Santri Sadar Lingkungan di Gedung PBNU Jakarta, Sabtu (3/9).

Program Pesantren Hijau diinisiasi atas kerja sama antara Lembaga Amil Zakat Infak Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) PBNU dan Bank Mega Syariah, bersama Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU serta Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) PBNU.

"Dengan memohon ridha Allah dan senantiasa berserah diri, marilah kita bersama-sama membuka Kick Off dan Workshop Pondok Pesantren Hijau,.untuk mewujudkan dan menciptakan santri yang sadar lingkungan. Dengan ucapan bismillahirrahmanirrahim, kami nyatakan dibuka dan dilaksanakan," ucap Ketua PBNU H Choirul Saleh Rasyid, seperti dilansir situs resmi NU. 

Choirul Saleh mengatakan, para santri di pondok pesantren mampu mentransformasikan nilai-nilai dan budaya menjaga lingkungan ke dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pengetahuan yang diterima di pesantren dari para kiai.

Karena itu, santri memiliki tanggung jawab untuk menjaga alam dari kerusakan.

Baca juga : HNW: Rancangan Perubahan UU Sisdiknas Lukai Pesantren

"Santri punya amanah untuk menjaga alam, agar tetap maslahah," ujar Choirul.

Sementara itu, Ketua LAZISNU PBNU Habib Ali Hasan Al-Bahar mengatakan, umat Islam saat ini seharusnya sudah selesai bicara tentang hak asasi manusia (HAM).

Yang saat ini harus dihadapi para ulama adalah mengajak umat Islam, untuk bicara soal hak lingkungan.

"Fiqhul bi’ah (fiqih lingkungan) dibicarakan. Lingkungan itu bagian dari hidup kita sebagai manusia. Semua yang ada di alam raya ini adalah saudara kita. Menjaga alam adalah amanat kita sebagai Muslim. Lingkungan harus mendapat manfaat dari apa yang kita lakukan," ungkap Habib Ali.

Terkait hal tersebut, Penanggung Jawab Program Pesantren Hijau Moesafa mengatakan, saat ini baru ada tujuh pesantren dari lima provinsi, yang dilibatkan pada awal peluncuran program ini.

Baca juga : Anak Banteng Diajari Naik Kuda

Dia bilang, pesantren adalah titik strategis dari program ini. Karena di pesantren, berkumpul banyak masyarakat.

"Di pesantrennya sendiri, ada banyak manusia. Santri begitu banyak. Tentu (program) ini akan berkait secara langsung dengan pesantren dan lingkungannya," jelas Moesafa.

Berikut tujuh pesantren yang dilibatkan dalam program ini di awal peluncurannya:

1. Pondok Pesantren Mathlaul Anwar Linahdlatil Ulama (MALNU) Kompleks Syeikh Asrjad Menes, Pandeglang, Banten

2. Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo, Jawa Timur

Baca juga : Pekan Depan, Puan Dan Prabowo Berkuda Bareng Di Hambalang

3. Pondok Pesantren Al Kinaniyah Jakarta

4. Pesantren Mahasina Bekasi, Jawa Barat

5. Pesantren Al-Mubarok Mranggen, Demak, Jawa Tengah

6. Pesantren Al-Hamidiyah, Depok Jawa Barat

7.  Pondok Pesantren Al-Hamid Cilangkap, Jakarta ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.