Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- Hari Ke-6, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal di Selat Sunda
- Telkomsel Luncurkan Halo Optima Hadirkan Kuota Hingga 2.000 GB
- Luka Menalo Kecewa, Igor Tolic Minta Maaf
- Roll To Glory FIFA ASEAN Cup 2026 Meriahkan CFD Jakarta
Sebelumnya
“Apakah 6 bulan sekali atau 12 bulan sekali. Kalau virus influenza itu harus setahun sekali. Untuk Covid-19 masih terus diselidiki,” imbuh Amin.
Indonesia sendiri sudah mulai menjalankan booster kedua alias pemberian dosis Covid-19 keempat. Namun, masih terbatas untuk para tenaga kesehatan.
Baca juga : Polres Malang Berikan Bantuan Sembako Kepada Sopir Angkot
Sementara masyarakat, masih dikejar untuk dosis kedua dan booster pertama.
“Harapan kami, booster bisa dilaksanakan untuk semuanya. Kita tahu vaksinasi kedua baru 70 persen, ini masih perlu dikejar. Yang sudah vaksinasi kedua juga sudah disarankan perlu booster pertama,” imbau Amin.
Baca juga : Komisi V Minta Tarif Ojol Disesuaikan
Dia mengatakan, diperlukan tiga upaya dalam melawan Covid-19 dalam hal vaksinasi. Dia mengistilahkannya “3 Sedia”.
Yakni, sedia vaksinnya, jumlah vaksin dan sedia masyarakatnya untuk menerima vaksin Covid-19.
Baca juga : Kemendagri Siapkan Strategi Bangun Budaya Antikorupsi
Amin mengimbau agar masyarakat mau menerima vaksin yang sudah ada. Sebab, manfaatnya bukan hanya untuk diri sendiri. Juga, buat orang lain ataupun keluarga.
“Dimohon masyarakat menerima vaksin. Ini bagus karena harus dilakukan untuk melindungi diri dan melindungi orang yang kita cintai,” ajaknya. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya