Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pengukuhan Pengurus 2022-2027

OSO: Gebu Minang Akan Bangun SDM Para Perantau

Minggu, 18 September 2022 15:53 WIB
Ketua Umum Gerakan Ekonomi dan Budaya (Gebu) Minang Oesman Sapta Odang (OSO) saat pelantikan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) periode 2022-2027, Di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Minggu (18/9). (Foto: Istimewa)
Ketua Umum Gerakan Ekonomi dan Budaya (Gebu) Minang Oesman Sapta Odang (OSO) saat pelantikan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) periode 2022-2027, Di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Minggu (18/9). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum DPP Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) terpilih kembali secara aklamasi untuk kedua kalinya, sebagai Ketua Umum Gebu Minang Periode 2022-2027, pada Musyawarah Nasional VII (Munas VII) Mei 2022 lalu.

Pada hari ini, Minggu (18/9), DPP Gebu Minang melakukan pengukuhan pengurus periode 2022-2027, di Hotel Mulia, Jakarta Selatan. Yang bertugas melantik pengurus anyar ini adalah Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.

Ketua Umum Gebu Minang dua periode ini tidak lupa mengucap syukur atas rahmat yang diberikan Allah SWT, beserta para jajaran pengurusnya. OSO mengatakan, selama menjadi Ketua Umum Gebu Minang periode pertama, pihaknya fokus membangun mekanisme organisasi di seluruh provinsi di Indonesia.

Selama periode pertama, Ketua DPD periode 2014-2019 ini menyatakan, kantor Gebu Minang telah bertambah dan tersebar di 22 provinsi di seluruh Indonesia.

"Bahwa selama kepengurusan saya, (kantor kepengurusan) Gebu Minang hanya satu, dan berpusat di Jakarta. Namun di waktu saya (Ketua Umum Gebu Minang) itu tersebar di 22 provinsi," ungkap OSO.

Berita Terkait : Jokowi Dan Erick Teguhkan Komitmen Bangun SDM Papua Lewat Sepak Bola

Wakil Ketua MPR periode 2014-2019 ini juga mengungkapkan, banyak masyarakat rantau asal Sumatera Barat (Sumbar) khususnya, merasakan kehadiran Gebu Minang selama kepemimpinannya.

"Mereka semua, daerah-daerah itu merasakan pentingnya Gebu Minang untuk dikembangkan. Dari pendiri pendahulu (Gebu Minang), dari tahun 89 sampai sekarang berkembang pesat," tegas OSO.

Di periode kedua ini, OSO menekankan, DPP bersama DPD Gebu Minang akan bekerja ekstra keras untuk menggali informasi, agar dapat mengembangkan potensi di daerah.

"Saya yakin belum terasa sama sekali, karena (selama periode pertama) baru membangun struktur mekanisme di daerah selama saya memimpin, baru dua tahun belakangan ini. Kami sudah menggali informasi agar ke depan dapat mengembangkan daerah. Paling utama, membangun program guna membangun SDM para perantau," tambahnya.

Pria kelahiran Desa Sukadana, Kalimantan Barat (Kalbar) ini menuturkan, para perantau Minang, Bugis, Kalbar dan seluruhnya harus bisa merasakan kemakmuran lewat hadirnya Gebu Minang di tiap daerah di Indonesia.

Berita Terkait : Jelang Japan Open 2022, Apri/Fadia Siap Hadapi Laga Perdana

"Saya ini perantau, saya lahir di Kalimantan Barat, Sukadana. Saya turunan Bugis, ibu saya asal Sumbar, Minang Kabau. Harapan saya menciptakan kemakmuran masyarakat Minang, Kalimantan Barat hingga masyarakat keseluruhannya, perlu kita capai bersama," tutur OSO.

"Pesan saya yang terpenting adalah, membangun Indonesia lebih baik lagi. Kita harus terus bersatu, jangan ada perbedaan, Jangan merasa lebih pintar, kita harus kuat sambil terus mencintai bangsa Indonesia," tutup OSO.

Sementara itu, dalam pidatonya, Tito Karnavian mengaku kagum dengan daya juang orang Minang.

"Saya juga kagum dengan ekonomi. Masyarakat Minang jago dagang, rumah makan Padang ada di mana-mana, dari NTT sampai Papua. Bukan hanya itu, saya pernah ke luar negeri rumah makan Padang juga ada di sana" ujarnya.

Tito pun mengajak Gebu Minang selain menjadi motor diaspora di nasional, juga harus membangun jaringan diaspora di luar negeri. Jaringan diaspora di Indonesia luar negeri harus lebih berkualitas. Jangan hanya pekerja kelas bawah. Tito mencontohkam diaspora China, India, Jepang, dan Israel.

Berita Terkait : Mendagri Tekankan Pentingnya Membangun SDM Lewat Pendidikan

"Kalau pergi ke Silicon Valley, isinya orang India, Israel, dan China. Saya juga meminta, Gebu Minang Jangan sampai terjebak pada primordialisme yang bersifat eksklusif," tandasnya.

Sementara itu, Imam Besar Masjid Istiqlal KH. Nasaruddin Umar berharap Gebu Minang menjadi kumpulan orang yang bermanfaat. "Ikatan lahir batin dan persaudaraan antara anggota diharap semakin erat dan semakin bermanfaat untuk orang banyak," harapnya. ■