Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Loyalis Puan Rapatkan Barisan Di Senayan
Namanya Dewan Kolonel Ngumpulnya Di Lantai 7
Rabu, 21 September 2022 06:40 WIB
Sebelumnya
Ia mengaku, punya alasan tersendiri kenapa mendukung Puan. Menurutnya, PDIP tidak gampang diarahkan jika bukan dari trah Soekarno. Ia juga tidak ikhlas jika suatu saat PDIP berubah menjadi seperti Golkar. Partai yang dibangun dari nol oleh Soeharto, tapi kini keluarganya tak lagi dianggap oleh Beringin.
Politisi senior PDIP Hendrawan Supratikno, yang namanya juga muncul di Dewan Kolonel, meminta agar keberadaan tim tersebut jangan terlalu dibesar-besarkan. Meskipun dari namanya, Dewan Kolonel ini diakuinya terkesan seru. Padahal, tujuannya adalah untuk berbagi informasi dan gagasan antarkomisi jelang pesta politik 2014. "Menganalisis berbagai fenomena dan peristiwa politik yang relevan, dan mempersiapkan hal-hal yang perlu disarankan via pimpinan fraksi," kata Hendrawan, kemarin.
Bambang Pacul yang didapuk sebagai Jenderal dari Dewan Kolonel ini malah menyebut tim yang diinisiasi para loyalis Puan itu hanya guyonan belaka. Tak cuma Dewan Kolonel, Dewan Sersan juga mencuat saat ngobrol-ngobrol seru di ruang depan lantai 7.
Baca juga : Ganjar Berani Datang Atau Nggak Ya…
"Itu kan guyonan. Mereka cuma guyonan di situ. Yang beri nama Dewan Kolonel itu kan Pak Johan Budi," kata Sekretaris Fraksi PDIP DPR ini.
Ia juga mengaku dijuluki macam-macam sama anggotanya di DPR. Mulai dari Brigjen hingga Jenderal. "Nggak sekalian jenderal bintang lima, saya bilang. Ketawa-ketawa aja," sambungnya.
Kendati demikian, ia menilai wajar-wajar saja jika ada dukungan yang mengalir dari anggota Fraksi PDIP agar Puan untuk maju sebagai capres. "Sebab, Puan dianggap 'komandan' di parlemen," ucap Ketua Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PDIP ini.
Baca juga : Rekam Jejaknya Jelas, Puan Dapat Dukungan Warga Depok Dan Tangsel Nyapres
Pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio meyakini, keberadaan Dewan Kolonel ini cukup efektif mendongkrak popularitas maupun elektabilitas Puan. Apalagi setiap anggota DPR punya basis massa di akar rumput yang bisa digerakkan.
"Wah efektif itu, bagus itu. Bukan cuma kolonel itu, ada Dewan Jenderalnya juga. Jadi di Jawa Tengah itu, ada komandan bintang tiga dan komandan bintang dua. Jadi nggak apa-apa juga dibikin seperti itu," kata pria yang akrab disapa Hensat ini, tadi malam.
Menurutnya, Dewan Jenderal, Dewan Kolonel, maupun Dewan Sersan, yang dibentuk bisa saja sebagai struktur di internal PDIP. "Karena Puan itu memang digerakkan oleh struktur PDIP, dibentuk strukturnya seperti itu, boleh-boleh aja gua bilang sih," tambahnya.
Baca juga : KUHP Warisan Dari Belanda Siap Diganti
Pengamat komunikasi politik Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin juga menilai Dewan Kolonel ini sah-sah saja dibentuk sebagai ikhtiar untuk mengatrol elektabilitas Puan. Namun, ia belum bisa menakar efektivitasnya.
Efektivitas dari tim ini baru ketahuan minimal setelah 100 hari berjalan. Barometernya bisa dilihat dari hasil survei lembaga yang independen. Namun demikian, tanpa Dewan Kolonel pun, Puan kata Ujang, punya alat lain yang lebih ampuh untuk mendongkrak elektabilitasnya. "Yang paling ampuh sebetulnya adalah bagaimana mengatrol jabatannya sebagai Ketua DPR dengan kebijakan yang pro rakyat," kata Ujang tadi malam. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya