Dewan Pers

Dark/Light Mode

Japnas Jatim Minta Kapolda Tanggung Jawab Atas Tragedi Kanjuruhan

Minggu, 2 Oktober 2022 16:21 WIB
Ketua Umum Japnas Jatim Mohammad Supriyadi (Foto: Istimewa)
Ketua Umum Japnas Jatim Mohammad Supriyadi (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tragedi usai pertandingan sepak bola antara Arema Malang dan Persebaya di Stadion Kanjuruhan harus disikapi serius pihak keamanan. Sebab, fakta di lapangan menunjukkan, kejadian yang menelan korban 174 jiwa tersebut diduga kericuhan antar penonton bukan bentrok antar suporter dua pihak.

Demikian disampaikan Ketua Umum Jaringan Pengusaha Nasional Jawa Timur (Japnas Jatim) yang juga Ketua Umum Ikatan Alumni Widyagama Malang (Ikawiga) Mohammad Supriyadi. Menurutnya, diduga ada kelalaian pihak keamanan yang kurang mengantisipasi terjadinya tragedi tersebut.

Berita Terkait : Polri Didesak Investigasi Mendalam Tragedi Stadion Kanjuruhan

“Bahkan, kalau dilihat dari video yang beredar dari para penonton yang berada di lapangan, kericuhan semakin tidak terkendali sejak pihak keamanan menembakkan gas air mata pada penonton yang ada di tribun,” ucapnya, dalam keterangan yang diterima redaksi, Minggu (2/10).

Supriyadi melanjutkan, kuat dugaan bahwa penonton berhamburan karena merasa ketakutan dan menghindari terkena gas air mata. “Padahal, kondisi kerusuhan sebenarnya bisa dikendalikan dengan sikap yang wajar. Namun begitulah yang terjadi, sehingga menelan korban yang tidak sedikit,” ucapnya, prihatin.

Berita Terkait : Menpora-Kapolri Bakal Investigasi Tragedi Kanjuruhan

Oleh karena itu, Japnas Jatim meminta Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta dan jajarannya, termasuk Kapolres Malang, bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut. Japnas Jatim juga meminta Bapak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Pranowo segera melakukan evaluasi.

“Sebab, tragedi tersebut dapat mengurangi kepercayaan kepada institusi Polri dalam melakukan pengamanan. Apalagi pertandingan seperti sepak bola yang semua persiapannya sudah dilakukan jauh-hari sebelum hari H,” imbuhnya.■