Dark/Light Mode

Dianggap Berbahaya

Stop Gunakan Gas Air Mata!

Selasa, 4 Oktober 2022 06:30 WIB
Suasana kericuhan di laga Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan. (Foto: REUTERS TV)
Suasana kericuhan di laga Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan. (Foto: REUTERS TV)

 Sebelumnya 
Akun @andripst mengatakan, penggu­naan gas air mata layak dihentikan. Selain karena berbahaya, juga menguras kantong negara. Kata dia, sejak 2014-2022, Polri telah melakukan pengadaan gas air mata yang bersumber dari anggaran negara dengan nominal begitu besar.

“Membawa masuk gas air mata ke dalam stadion dilarang FIFA, apalagi menembak gas air mata ke arah tribun, itu jelas harus diusut,” desak @henry­subiakto.

Baca juga : Ketum PAN Berduka Atas Tragedi Kanjuruhan, Kecam Penggunaan Gas Air Mata

Kata @henrysubiakto, bukankah pe­nonton di tribun tidak menyerang sia­papun? Bahkan banyak wanita dan anak-anak ikut nonton? Beda lagi untuk mereka yang menyerang dan provokasi.

“Jujur saya kecewa sama Kepolisian. Keamanan orang nonton bola disamakan dengan demo. Peraturan sudah jelas dari FIFA, tapi what a shameful thing. Kepolisian harus stop penggunaan gas air mata,” tutur @ValentinaFeby.

Baca juga : Bangun UMKM Berbasis Digital, Bara Foundation Gelar Pelatihan

Akun @Rodiamut mengatakan, gas air mata bukan untuk mencegah hilangnya kericuhan, menambah ricuh dan panik di mana-mana. Bahkan, menelan korban bukan hanya yang bersalah, yang tidak tahu apa-apa juga ikut terseret. “Stop penggunaan gas air mata,” tegasnya.

Sementara, @medianarskptr tidak setu­ju penggunaan gas air mata dihentikan. Dalam hal ini, tindakan Polisi ngelempar gas air mata karena ada sebab. Termasuk juga adanya oknum TNI yang menendang suporter, pasti ada alasannya.

Baca juga : Ganjar Wujudkan Arahan Presiden Untuk Gunakan Aspal Buton Di Jateng

“Gue pribadi setuju dan sudah tanda tangan petisi buat polisi stop menggu­nakan gas air mata buat ngontrol massa. Tapi kenapa nggak ada petisi untuk men­gurangi orang-orang yang hobi merusuh? Bukan cuma polisi yang harus berbenah,” kata @panjiaqila. [ASI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.