Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Sebelum dua kasus ini mencuat, karir Nico di Kepolisian sebenarnya moncer. Lulusan Akpol 1992 ini menanjak pada 2011 saat menjadi Wadirreskrimum Polda Metro Jaya. Tahun 2016, Nico menjabat sebagai Dirresnarkoba Polda Metro Jaya. Setahun kemudian, menduduki posisi Dirreskrimum Polda Metro Jaya. Kemudian, pada 2019 dia diangkat menjadi Dirtipidum Bareskrim Polri.
Pada Mei 2020, pria kelahiran 30 April 1971 ini menjabat Kapolda Kalimantan Selatan. Nico lalu dimutasi pada November 2020 menjadi Kapolda Jawa Timur menggantikan Fadil Imran.
Pencopotan Nico banyak dikomentari warganet. Hastag Kapolda Jawa Timur sempat bertengger di deretan trending topic Twitter Indonesia, sebelum akhirnya tergeser. Namun, yang membahas masih banyak. Tadi malam, masih ada 1.000 lebih tweet yang membahas pencopotan Nico.
Dalam cuitannya, netizen terbelah. Ada yang memaknai “hukuman” ke Nico kurang keras. Sebab, meski dicopot, Nico tetap diberi jabatan sebagai Staf Ahli Kapolri.
"Dari Kapolda ke Staf Ahli Kapolri sih nggak ngefek apa-apa. Malah naik level," protes @Lintang_Wisesa.
Sedangkan akun @majaw3634 menilai, pencopotan sudah tetap menjadi hukuman bagi Nico. Sebab, dengan pencopotan itu, peluang Nico menjadi Kabareskrim menjadi mengecil.
"Nggak sih om, lebih tinggi Kapolda sebenarnya karena peluang jadi Kabareskrim tinggi. Kalau sudah jadi staf ahli berarti karirnya tamat," tulis dia. "Alhamdulillah. Tinggal tunggu tamatnya aja," sahut @AgusTeg32902093.
Sementara, akun @Lintang91775859 mengapresiasi keberanian Kapolri mencopot Nico. "Konsekuensi logis. Berarti Kapolri masih on the track," tegasnya. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya