Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Dia menambahkan, gagasan soal beras satu harga itu muncul ketika dirinya berinteraksi dengan kelompok-kelompok masyarakat di sejumlah daerah, terutama dari kalangan ibu-ibu.
Baca juga : PMI: Tahan Irjen Teddy, Kapolri Tak Pandang Bulu Berantas Narkoba
"Intinya itu agar berasnya itu bisa satu harga, jadi tidak ada kesenjangan harga daerah satu dengan daerah lainnya. Semua bisa beli beras dengan kualitas tertentu yang sama," bebernya.
Baca juga : Muzani: Gerindra Teman Anak Yatim Indonesia
Mengacu pada data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, harga beras kualitas bawah I (per kg) memang rata-rata memiliki perbedaan dari satu provinsi ke provinsi yang lain. Harga per 6 Mei 2022, misalnya, menunjukkan harga di Papua Barat menjadi yang termahal di seluruh Indonesia.
Baca juga : Kompolnas Sesalkan Jenderal Bintang Dua Terjerat Kasus Narkoba
"Beras satu harga ini adalah suara akar rumput yang disampaikan pada NU Women untuk pemerintah," tandas Yenny. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya