Dark/Light Mode

Tumbuh 14,2 Persen

Ekonomi Tetangga Lebih Hijau

Sabtu, 12 November 2022 06:50 WIB
Ilustrasi Ekonomi. (Foto: Istimewa).
Ilustrasi Ekonomi. (Foto: Istimewa).

 Sebelumnya 
Kalau dengan Indonesia, perbandingan pertumbuhan ekonomi Malaysia tersebut sangat jomplang. Di kuartal III-2022, ekonomi tumbuh 5,72 persen.

Ekonom dari Narasi Institute, Achmad Nur Hidayat mengatakan, pertumbuhan ekonomi negara tetangga ini harus jadi evaluasi Pemerintah. Selama ini, Pemerintah selalu membanggakan pertumbuhan ekonomi Tanah Air yang berhasil lebih tinggi dari Amerika Serikat (1,8 persen) dan China (3,9 persen). Padahal, Indonesia masih kalah jauh bila dibandingkan dengan Vietnam yang tumbuh di level 13,7 persen dan Malaysia 14,2 persen.

Baca juga : Liga 1 Belum Jelas, Skuad Persib Tetap Semangat Latihan

Kata dia, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak optimal lantaran ada kebijakan yang menekan daya beli masyarakat. Seperti kenaikan PPN dari 10 persen menjadi 11 persen, lalu ada kenaikan harga BBM yang memukul daya beli masyarakat. 

"Ini menjadi faktor terbesar ekonomi Indonesia tumbuh tidak optimal. Sebab, sektor transportasi berkontribusi tinggi pada perekonomian. Sementara kenaikan harga BBM justru berkontribusi kepada inflasi yang melemahkan daya beli masyarakat," kata Achmad. 

Baca juga : Tumbuh 4,83 Persen, Sektor Industri Paling Moncer Di Triwulan III

Hal lain yang jadi sorotan adalah  rendahnya daya serap APBN. Sejauh ini, daya serap APBN baru mencapai 61 persen dan menyisakan dana sebesar Rp 1.200 triliun. Padahal, periode 2022 hanya tersisa dua bulan lagi. "Ini menunjukkan belanja Pemerintah belum optimal, terkesan tidak serius, dan tidak berkualitas," tandasnya. [BCG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.