Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- Hari Ke-6, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal di Selat Sunda
- Telkomsel Luncurkan Halo Optima Hadirkan Kuota Hingga 2.000 GB
- Luka Menalo Kecewa, Igor Tolic Minta Maaf
- Roll To Glory FIFA ASEAN Cup 2026 Meriahkan CFD Jakarta
Sebelumnya
Menurut Lavrov, dirinya telah menyampaikan syarat Ukraina yang tidak masuk akal ke Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Olaf Scholz. “Scholz dan Macron sangat menyadari bahwa proses (negosiasi) dihalangi oleh Ukraina, termasuk melalui dekrit Zelensky yang melarang negosiasi dengan Federasi Rusia,” bebernya.
Sekadar informasi, pejabat-pejabat Rusia dan Ukraina telah mengadakan beberapa putaran negosiasi perdamaian, namun belum kesepakatan di kedua negara untuk mengakhiri perang.
Baca juga : Menlu Rusia Sergey Lavrov Sudah Angkat Koper Dari Bali
Sementara dalam pembukaan KTT G20, Presiden Jokowi mengatakan, semua pihak harus berinisiatif menghentikan perang. Sebab, jika peperangan tak segera dihentikan akan menyulitkan dunia di masa depan. “Jika perang tidak dihentikan, itu akan menyulitkan dunia untuk maju.
Jika perang tidak dihentikan, itu akan menyulitkan bagi kita untuk mengambil tanggung jawab untuk masa depan generasi sekarang dan generasi yang akan datang,” beber mantan Wali Kota Solo itu.
Baca juga : Menlu Rusia Sergey Lavrov Siap Hadiri KTT G20 Bali
Jokowi mengingatkan, agar jangan sampai negara-negara di dunia jatuh dalam perang dingin selanjutnya. Menurut dia, paradigma kolaborasi sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan dunia. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya