Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pulang Duluan Dari KTT APEC
Jokowi Tinggalkan Bangkok Demi Muhammadiyah
Minggu, 20 November 2022 07:00 WIB
Sebelumnya
Melalui lembaga pendidikan tersebut, Jokowi berharap peran sentral Muhammadiyah dan Aisyiah untuk terus menyebarkan Islam yang berkemajuan, Islam yang penuh dengan nilai-nilai toleransi, Islam yang menjaga persatuan, Islam yang menjaga persaudaraan dan perdamaian, sesuai dengan ajaran Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam.
Menurut Presiden, ruang syiar Islam di Indonesia itu sangat terbuka lebar dibandingkan dengan negara-negara muslim di Asia Tenggara, maupun di Timur Tengah. Presiden menjelaskan bahwa banyak kemudahan bagi umat Islam di Indonesia yang tidak diatur oleh negara.
“Seperti kemudahan menyampaikan ceramah agama, kemudahan mengundang penceramah, kemudahan menyampaikan khotbah Jumat, kemudahan mengadakan peringatan-peringatan hari besar Islam, kemudahan pengaturan azan, kemudahan mengumpulkan dana-dana sosial Islam,” imbuhnya.
Baca juga : Jokowi Ingatkan Muhammadiyah, Pentingnya Hablum Minal Alam
Selain itu, melalui lembaga pendidikan Muhammadiyah dan Aisyiah, Jokowi juga menitipkan penguatan pendidikan bagi pembangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Presiden meyakini, melalui kerja bersama, Indonesia akan mampu tumbuh maju di tengah gambaran dunia yang suram. Dengan dukungan keluarga besar Muhammadiyah dan Aisyiah, Presiden melanjutkan, Indonesia bisa menjadi titik terang di tengah dunia yang muram.
“Indonesia laksana sang surya yang menerangi dunia. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Tuhan Yang Maha Pengasih meridai bangsa Indonesia,” pungkasnya.
Sementara, dalam sambutannya, Haedar Nashir mengucapkan selamat atas keberhasilan Jokowi memimpin KTT G20. Menurut dia, Jokowi berhasil melahirkan deklarasi Bali di tengah ketegangan geopolitik.
Baca juga : Sayang Muhammadiyah, Jokowi Tinggalkan KTT APEC Di Bangkok
"Terima kasih atas kehadiran bapak Presiden Indonesia bersama Ibu Negara yang beberapa minggu ini maraton sejak dari KTT G20 Bali sampai ke Kamboja, Bangkok, dan sebentar lagi KTT ASEAN," ucap Haedar.
Pemilihan Ketua Umum
Sekadar latar saja, Muhammadiyah menggelar muktamar untuk memilih ketua umum dan 17 anggota pengurus pusat (PP). Sejauh ini, Majelis Tanwir Muhammadiyah telah menetapkan 39 nama sebagai calon ketua umum Muhammadiyah periode 2022-2027. Hasilnya, nama Anwar Abbas bertengger di posisi paling atas dengan perolehan sebanyak 190 suara.
Baca juga : Jokowi Makin Harum Di Luar, Wangi Di Dalam
Menko PMK Muhadjir Effendy berharap duet Haedar Nashir-Abdul Mu’ti terpilih kembali menjadi pimpinan Muhammadiyah. Ia menilai pasangan tersebut telah terbukti memajukan Muhammadiyah di periode sebelumnya. "Saya kira duet yang sudah terbukti selama satu periode,” kata Muhadjir saat menghadiri Muktamar Muhammadiyah di Stadion Manahan, kemarin.
Senada disampaikan mantan Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin. Ia berharap dua tokoh senior Haedar Nashir dan Abdul Mu'ti tetap berada di kepengurusan Muhammadiyah periode 2022-2027. Menurutnya, dua tokoh itu merupakan intelektual dan ulama yang terbukti berhasil memajukan Muhammadiyah dalam pengurusan periode ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya