Dewan Pers

Dark/Light Mode

Buka Rakornas PKBSI

Bamsoet Dorong Peningkatan Kualitas Kebun Binatang

Kamis, 24 November 2022 21:35 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo (di podium) membuka Rakornas PKBSI, di Bali, Kamis malam (24/11). (Foto: Istimewa)
Ketua MPR Bambang Soesatyo (di podium) membuka Rakornas PKBSI, di Bali, Kamis malam (24/11). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR sekaligus Pelindung Perhimpunan Kebun Binatang se-Indonesia (PKBSI) Bambang Soesatyo menuturkan, hingga kini masih ada sebagian masyarakat yang menganggap kehadiran kebun binatang hanya sebagai wahana rekreasi. Tempat hiburan rakyat yang sehat dan terjangkau bagi masyarakat, yang biasa dikunjungi pada masa liburan sekolah, libur hari raya, atau pada setiap akhir pekan.

Padahal, kata politisi yang akrab disapa Bamsoet ini, kebun binatang juga memiliki beberapa fungsi lain yang sangat penting. Salah satu fungsi penting kebun binatang sebagai lembaga konservasi satwa. Artinya, kebun binatang menjalankan fungsi melindungi, melestarikan, dan 'menyejahterakan' satwa.

“Untuk itu, konservasi harus ditopang oleh penyediaan habitat yang sesuai dan terjaga kualitas lingkungannya. Dengan konservasi, kita menghindarkan satwa dari ancaman kepunahan dan mempertahankan keseimbangan ekosistem," ujar Bamsoet, saat membuka Rakornas PKBSI, di Bali, Kamis malam (24/11).

Berita Terkait : Perpustakaan Dongkrak Peningkatan Literasi Masyarakat

Acara ini turut dihadiri Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana, Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama, Plh Dirjen KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indra Eksploitasi, Kepala BKSDA Bali Agus Budi Santosa, Ketua Umum PKBSI Rahmat Shah, serta 134 pemilik lembaga konservasi.

Ketua DPR ke-20 ini menjelaskan, kebun binatang juga berfungsi sebagai sebagai sarana edukasi. Kebun binatang menjadi wahana yang tepat untuk memperkenalkan ragam satwa kepada masyarakat, sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam upaya pelestarian satwa yang dilindungi. Di samping itu, kebun binatang juga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan riset dan penelitian, guna mendapatkan berbagai temuan baru yang sangat bermanfaat bagi pelestarian satwa, termasuk upaya penangkaran untuk menjaga kemurnian jenisnya.

Kebun binatang juga berfungsi sebagai penyedia ruang terbuka hijau (RTH). Dari sudut pandang ekologi, kehadiran RTH berfungsi sebagai paru-paru kota yang menyediakan oksigen dan menurunkan suhu udara, sekaligus menjadi area resapan air. Sebagaimana diketahui, di beberapa kota besar di Indonesia kualitas udaranya sangat buruk. Miminmya area resapan air juga berpotensi menyebabkan bencana banjir.

Berita Terkait : Rakorwas Itjen, Menag Dorong Pengawasan Untuk Perbaiki Layanan Publik

"Idealnya, RTH di setiap wilayah mencapai 30 persen dari total wilayah. Saat ini, belum semua wilayah menyediakan area RTH yang memadai. Karena itu, area kebun binatang harus dipertahankan, bahkan jika perlu lebih diperluas lagi sebagai bagian dari RTH yang terlindungi," kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menambahkan, dalam pengelolaan kebun binatang tentu tidak dapat mengabaikan dimensi ekonomi. Karenanya, selaras dengan tema Rakornas PKBSI, momentum pemulihan ekonomi yang sedang sama-sama diperjuangkan saat ini, harus dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk menata kembali pengelolaan kebun binatang. Sehingga, semakin maju, memiliki kemampuan dan ketahanan ekonomi, dan yang tidak kalah pentingnya adalah profesional.

Upaya tersebut harus menjadi langkah terintegrasi, melibatkan semua stakeholders, dan didukung sikap keberpihakan dari segenap pemangku kepentingan. Sebab, di tengah tantangan dan dinamika zaman yang semakin kompleks, kita membutuhkan spirit kebersamaan.

Berita Terkait : Bamsoet Dorong IMI Kepri Kembangkan Sport Automotive Tourism

“Kita harus ingat, keberadaan kebun binatang tidak semata-mata merepresentasikan diri sendiri, tetapi juga menyangkut hajat hidup berbagai entitas perekonomian lain di sekitarnya. Utamanya para pelaku usaha kecil dan menengah," pungkas Bamsoet.■