Dewan Pers

Dark/Light Mode

Wisuda 1.078 Mahasiswa

Y.A.I Jamin Lulusannya Langsung Kerja Dan Berwirausaha

Jumat, 2 Desember 2022 10:58 WIB
Dr. RR. Reschiwati Ketua STIE Y.A.I, Prof. Yudi Yulius Ketua Yayasan Administrasi Indonesia 1972, Prof. Sri Astuti Indriyati Rektor UPI Y.A.I, dan Christiano Lombogia Direktur AA Y.A.I saat menggelar wisuda di Balai Sidang Jakarta Convention Center, Kamis (1/12). (Foto: Istimewa)
Dr. RR. Reschiwati Ketua STIE Y.A.I, Prof. Yudi Yulius Ketua Yayasan Administrasi Indonesia 1972, Prof. Sri Astuti Indriyati Rektor UPI Y.A.I, dan Christiano Lombogia Direktur AA Y.A.I saat menggelar wisuda di Balai Sidang Jakarta Convention Center, Kamis (1/12). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebanyak 1.078 lulusan Lembaga Pendidikan Tinggi Y.A.I diwisuda di Balai Sidang Jakarta Convention Center, Kamis (1/12). Wisudawan pun langsung dipersiapkan siap karya di dunia industri dan usaha dalam dan luar negeri.

Tahun 2022 ini, Y.A.I menggelar wisuda ke XXXII untuk Program Doktor, Magister, Sarjana dan Diploma, lalu wisuda ke XXXV untuk Program Magister dan Sarjana Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi, serta wisuda ke XXXIX untuk Program Diploma Akademi Akuntansi.

"Total, ada 1.078 lulusan yang diwisuda hari ini. Dengan jumlah lulusan terbaik atau cumlaude sebanyak 33 persen dari jumlah total lulusan, dan itu kami berikan lagi beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di lingkungan Y.AI," ungkap Rektor Universitas Persada Indonesia Y.A.I, Prof. Ir. Sri Indriyati, Kamis (1/12).

Di lain pihak, menurut Ketua Y.A.I 1972, Prof. Yudi Yulius, lulusan Y.A.I sebenarnya sudah dipersiapkan untuk siap karya.

Berita Terkait : Komisi XI Soroti Lemahnya Pengawasan Terhadap IKNB

Pasalnya, saat menjadi mahasiswa terutama pada saat pembelajaran di masa pandemi Covid-19, sudah dibiasakan untuk membedah dan studi kasus pada saat ujian tengah semester dan akhir semester.

"Kami menjalankan program dari Kementerian Pendidikan, yaitu Kampus Merdeka. Mahasiswa kami arahkan untuk kreatif, untuk melihat dan memecahkan satu persoalan dalam suatu pembelajaran, dan itu berbeda-beda di tiap semesternya," ungkap Yudi.

Di samping mendorong mahasiswa untuk berinovasi, kampus pun mengembangkan berbagai pembelajaran menyesuaikan dengan kehidupan dengan kebiasaan baru atau new normal.

Seperti melakukan pembelajaran dengan cara hybrid serta mengembangkan digital di era 4.0. Sehingga lulusannya, bisa menciptakan lapangan kerja sendiri dari program wirausaha yang sudah dikembangkan sejak menjadi mahasiswa.

Berita Terkait : Di Forum ASEAN, Mahfud Ingatkan Pentingnya Bangun Keamanan Kawasan

Selain itu, juga ada program training and learning center untuk menunjang keprofesionalan lulusan di dunia kerja. Di dalamnya, kampus bekerja sama dengan ribuan perusahaan, untuk menggaet lulusan untuk bisa langsung masuk ke dunia industri.

"Bagi wisudawan/wisudawati, ini merupakan langkah awal untuk dapat mengaplikasikan ilmu yang selama ini diperoleh di bangku kuliah, agar dapat diterapkan di masyarakat dan juga sebagai awal untuk menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi," ujarnya.

Sementara, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, yang hadir secara virtual menyampaikan harapannya, agar lulusan LPT Y.A.I dapat mendukung Program Kemenparekraf dengan target capaian 1,1 juta lapangan kerja baru di tahun 2022 dan 4,4 juta lapangan kerja baru di tahun 2024.

"Yaitu dengan bangkit dan mandiri menjadi seorang Entrepreneur dengan memanfaatkan era digitalisasi," ujarnya.

Berita Terkait : Universitas Trisakti Komitmen Lahirkan Entrepreneur Muda

Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi yang merupakan salah satu alumni dari Fakultas Teknik UPI Y.A.I juga turut mengutarakan, lulusan yang telah bergabung menjadi keluarga besar Alumni LPT Y.A.I (UPI Y.A.I, STIE Y.A.I, AA Y.A.I) dapat memberikan kontribusi tidak hanya berupa pemikiran-pemikiran dalam dataran konsep.

"Apalagi sekedar berwacana, tetapi dengan action nyata sebagai agent of change, pembawa perubahan bagi masyarakat di sekitarnya," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua LLDIKTI Wilayah III, Paristiyanti Nurwardani, juga menyampaikan pesan bahwa untuk membentuk SDM yang unggul Indonesia bangkit, wisudawan/wisudawati diharapkan untuk terus mengembangkan softkill dan hardskill serta perbanyak literasi teknologi di era digital.

"Setiap mahasiswa harus memiliki planning untuk meraih cita-cita, serta menggapai karir yang cemerlang. Tiga hal yang harus terus dipelajari dan dimiliki oleh Fresh Graduate yakni Critical Thinking, Artificial Intelligence, dan Renewable Energy," ujarnya. ■