Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkilfi Hasan atau Zulhas mengungkap hampir semua kader PAN mengusulkan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo sebagai calon presiden (capres) 2024.
"Memang hampir semua wilayah begitu suaranya (usul Ganjar capres)," kata Zulhas usai Rakor PAN Jateng di Hotel Grasia, Kota Semarang, Jateng, Jumat (2/12).
Dalam Rakor PAN Jateng, suara 'Ganjar Presiden' terdengar menggema dari semua kader. Zulhas yang hadir dalam acara itu pun mendengar aspirasi kader-kader di Jateng.
Baca juga : Usbat Medan Mantap Dukung Ganjar Pranowo Nyapres
"Jawa Tengah sudah memutuskan satu nama, Pak Ganjar Pranowo untuk diusung menjadi calon presiden dan wakil presiden yang disampaikan kepada DPP tadi," kata Zulhas.
Zulhas mengatakan, nantinya suara ini akan dibahas di forum DPP PAN. Menteri Perdagangan (Mendag) itu menjelaskan, hal tersebut merupakan bagian dari mekanisme partai.
"Tentu nanti mekanismenya kan kita sampaikan di DPP pada saatnya," kata Zulhas.
Selain ke DPP, Zulhas menyebut pihalnya juga akan menyampaikan aspirasi kader wilayah ini kepada Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Nantinya, kata Zulhan, partai di KIB akan rembuk bersama membahas usulan capres ini.
"Nanti ada Golkar ngusulkan, PAN ngusulkan, PPP ngusulkan, kita berembug. Soalnya saya yang umumkan nggak cukup juga nggak bisa. Makanya nanti berunding dengan KIB, nanti KIB juga nambah lagi. Prosesnya gitu karena ada syarat 20 persen," kata Zulhas.
Sementara itu, Ganjar yang juga menghadiri Rakor PAN Jateng sebagai pembicara materi kebangsaan berterima kasih atas dukungannya. Ganjar mengatakan, suara itu mesti dihormati.
Baca juga : Ganjar Capres 2024
"Itu kan keputusan dari institusi ya, terima kasih. (komunikasi dengan partai) Pasti antarpartai akan berbicara. Ya masing-masing ada aturannya tentu kita hormati," pungkas Zulhas.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya