Dark/Light Mode

KPK Tender Proyek SMS Blast Rp 1,2 Miliar

Mubazir, Pesan Masuk Dihapus, Tidak Dibaca

Kamis, 5 Januari 2023 06:30 WIB
Gedung KPK Jakarta, (Foto: Ist)
Gedung KPK Jakarta, (Foto: Ist)

 Sebelumnya 
“Atau bisa menggunakan email,” katanya.

Akun @satria_preda mengaku heran dengan sasaran SMS blast KPK yang katanya untuk orang desa dan kampung. Berarti, kata dia, SMS blast menyasar petani dan pedagang yang ada di kam­pung.

“Padahal yang berhak melaporkan LHKPN dan koruptor seluruhya pejabat. Mending, SMS blast-nya disasarkan ke pejabat negara dan pejabat KPK sendiri,” saran dia.

Baca juga : Ganjar Kucurkan Rp 15 Miliar Untuk Penanganan Banjir Di Jateng

Menurut @Adityakarma, saat ini sudah jarang orang menggunakan SMS di smart­phone. Kata dia, semua smartphone su­dah memanfaatkan Whatsapp (WA).

“Nggak ikhlas bila anggaran negara digunakan hanya untuk menyebarkan SMS,” ujar @Harry_jonathan.

Menurut @fais, banyak masyarakat di desa sudah menggunakan Whatsapp (WA). Apalagi, kata dia, bagi pejabat negara yang wajib menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), pasti smartphone-nya cang­gih-canggih.

Baca juga : Kemendes PDTT Peroleh DIPA Rp 2,99 Triliun, Ini Pesan Presiden Jokowi

“Bagi para koruptor tidak akan ngefek hanya dengan SMS, mereka hanya takut penjara,” kata @Mardiyanto. “SMS blast yang isinya nasihat-nasihat mah nggak mempan dan hanya habis-habisin anggaran aja,” ujar @YuliantoIdris.

Akun @GusDaad menyarankan, lebih baik anggaran tersebut untuk modal KPK menangkap koruptor. Dia menilai, SMS blast hanya buang-buang uang dan tidak ada yang baca.

“KPK bukan lembaga yang menjual dan perlu mengiklankan produk,” kata dia.

Baca juga : Mendag Zulkifli Hasan Tegas, Tertibkan Dan Amankan

Akun @edysmerdeka bertanya, kenapa KPK tidak kerja sama saja dengan media massa, dan lembaga negara nasional dari pada buang-buang anggaran yang tidak jelas. “Kan ada TVRI, RRI, Kemeninfo milik negara,” katanya. [TIF]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.