Dark/Light Mode

Ikut Lepas 542 PMI Ke Korsel

OSO: Curi Ilmunya, Bawa Pulang Ke Indonesia

Selasa, 14 Februari 2023 08:00 WIB
Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta (Kedua dari kanan) diapit Kepala BP2MI Benny Rhamdani (kiri) dan Direktur Utama Pos Indonesia Faizal R Djoemadi (kanan) foto bersama dengan 542 PMI yang akan berangkat ke Korea Selatan. Acara seremoni pelepasan PMI digelar di El Hotel Royal, Jakarta, kemarin. (Foto: Istimewa).
Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta (Kedua dari kanan) diapit Kepala BP2MI Benny Rhamdani (kiri) dan Direktur Utama Pos Indonesia Faizal R Djoemadi (kanan) foto bersama dengan 542 PMI yang akan berangkat ke Korea Selatan. Acara seremoni pelepasan PMI digelar di El Hotel Royal, Jakarta, kemarin. (Foto: Istimewa).

 Sebelumnya 
“Saat remaja, saya ini dulu cuma kuli panggul di pelabu­han. Dulu kesempatan kerja di luar negeri tidak seperti seka­rang. Tapi saya terus berusaha keras dan mencari pengalaman demi meraih cita-cita,” tuturnya. Dia meminta para PMI jangan sampai selamanya menjadi pe­kerja di negeri orang, tapi harus mampu membuka pekerjaan di Indonesia. Karena banyak peluang yang bisa dimanfaatkan dari pengalaman bekerja di luar negeri.

“Kalau saudara di luar negeri jadi pembantu, pulang harus jadi pengusaha di pekerjaan itu. Saya telah membuktikannya dan terbukti bisa,” ujar OSO.

Baca juga : Perdana, BP2MI Lepas PMI Ke Jerman Dan Polandia

Di kesempatan itu, OSO lan­tas memuji kinerja Benny yang sudah banyak melakukan tero­bosan lewat BP2MI. Selain kebijakan yang berpihak bagi PMI, kata OSO, di bawah kepe­mimpinan Benny, pekerja mi­gran telah berhasil menyumbang devisa kepada negara senilai Rp 159 triliun. Angka yang hampir sama dengan Migas.

“Kalau dulu, paling Rp60 tril­iun, jadi ini pencapaian BP2MI yang sangat hebat,” kata Ketua Umum Gebu Minang itu.

Baca juga : Dubes RI Ajak Jurnalis China Pelesiran Ke Indonesia

Sayangnya, lanjut OSO, BP2MI yang begitu besar peran dan tang­gungjawabnya untuk negara, masih terbatas dalam pendanaan. Untuk itu, dia meminta kepada pemerintah agar bisa menaikan anggaran bagi BP2MI.

“Dengan pekerjaan sebesar ini, maka ada hitungan-hitungan yang tentunya bisa menggerak­kan ini lebih hebat lagi. Mungkin perlu ditambah anggarannya,” ujarnya. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.