Dark/Light Mode

Lukas Enembe Disebut Kena Hepatitis B

KPK Pastikan Tetap Bisa Diperiksa Dan Dibawa Ke Persidangan

Rabu, 3 Mei 2023 18:11 WIB
Lukas Enembe (Foto: Oktavian/Rakyat Merdeka)
Lukas Enembe (Foto: Oktavian/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur nonaktif Papua Lukas Enembe mengklaim menderita infeksi Hepatitis B. Dikonfirmasi soal ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak membenarkan maupun membantah.

"Sakitnya seseorang tentu tidak bisa kami sampaikan di ruang publik, karena ada ranah yang menjadi ruang privat bagi seseorang tentang penyakitnya," ungkap Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (3/5).

Meski begitu, Ali memastikan, Lukas dinyatakan layak untuk diperiksa alias fit to interview dan fit to trial atau siap dibawa ke persidangan.

Baca juga : Pemprov DKI Pastikan Jakarta Tetap Bersih Usai Aksi Peringatan May Day

"Kami sebagai penegak hukum dasarnya pemeriksaan pada PB IDI (Ikatan Dokter Indonesia) yang menyatakan dia bisa dilakukan pemeriksaan pada tahap Penyidikan hingga proses persidangan," bebernya.

Soal potensi penularan penyakit Lukas di dalam Rutan, KPK menyatakan terus memantau kesehatan semua tahanan.

"Yang pasti semua tahanan dipantau kesehatannya oleh dokter KPK," tandas Ali.

Baca juga : Zulhas Pastikan PAN Siap Jadi Penggerak Koalisi Kebangsaan Di Bawah Komando Presiden Jokowi

Sebelumnya, Papua Lukas Enembe disebut terinfeksi Hepatitis B (HBV). Hal ini diungkapkan Prof. Dr. Gatot Susilo Lawrence, dokter spesialis patologi anatomi dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jumat (28/4).

Dijelaskan pria yang juga dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Hasanuddin (Unhas) ini, analisa penyakit yang diderita Gubernur nonaktif Papua itu diketahui berdasar dokumen rekam medis pengobatan Lukas Enembe setebal 770 halaman.

"Pak Lukas ini terinfeksi Hepatitis B, dan hingga saat ini Hepatitis B belum ada obatnya. Kalau kita lihat sekarang, Hepatitis B Pak Lukas sudah kronis. Kalau tidak ditangani akan masuk menjadi pengerasan hati. Dan kalau pengerasan hati, akan selangkah lagi ke kanker hati. Adanya kista (pada ginjalnya), Hepatitis B, dan kegemukan, saya sebagai dokter merasa prihatin,” tukas Prof. Gatot. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.