Dark/Light Mode

Sutradaranya, Suami Bu Menlu

Mahfud Main Ketoprak Bareng Ayu Azhari

Sabtu, 29 Juli 2023 20:31 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD (tengah), main ketoprak bersama artis lawas Ayu Azhari (kanan). (Foto: Instagram)
Menko Polhukam Mahfud MD (tengah), main ketoprak bersama artis lawas Ayu Azhari (kanan). (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengungkap pengalamannya bermain ketoprak, bersama artis lawas Ayu Azhari. Dalam pentas yang disutradarai Agus Marsudi, suami Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Mahfud melakoni peran sebagai tokoh hakim yang bijaksana.

Untuk diketahui, ketoprak adalah seni pentas sandiwara yang diselingi lagu-lagu Jawa, dan diiringi gamelan. Jenis kesenian ini, sudah ada sejak zaman Raja Mataram Amangkurat I.

 

Menko Polhukam Mahfud MD (tengah) bersama artis Ayu Azhari (kedua kanan) dan sutradara Agus Marsudi dalam pentas ketoprak Damarwulan featuring Minak Djinggo.(Foto: Instagram)

Baca juga : Prabowo Dan Gibran Semobil Sebelum Ke Malang Bareng Jokowi


"Kemarin malam, saya ikut main ketoprak di pentas berjudul ‘Damarwulan featuring Minak Jinggo’, yang diselenggarakan Pawarta Jogja, Kagama Depok, dan Banhubda DIY di Binakarna, Bidakara. Saya bermain bersama artis Ayu Azhari yang menjadi Kencono Wungu," tutur Mahfud via Instagram, Sabtu (29/7).

Mahfud menambahkan, seniman top seperti Marwoto, Susilo Nugroho ‘Den Baguse Ngarso’, Joned Trio Gam, Dirjen Amerika dan Eropa (Amerop) Kementerian Luar Negeri Umar Hadi, Pj Gubernur Sulawesi Barat Prof. Zudan Arif Fakrulloh, Wali Kota Yogyakarta Singgih Raharjo, Prof. Ali Ghufron, dan beberapa duta besar negara-negara sahabat juta ikut terlibat dalam lakon ketoprak tersebut.

"Saya memerankan lakon Romo Pandito, sosok panutan yang adil dan bijaksana. Dalam kisah ini, Romo Pandito adalah hakim yang mengadili perbuatan Layang Seto dan Layang Kumitir, yang menghasut Damarwulan dan Minak Jinggo," papar mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini.

Baca juga : Namanya Masuk Bursa Cawapres Ganjar, Mahfud Santuy

Kata Mahfud, lakon ini membawa pesan bahwa negara Majapahit, yang besar harus terus dijaga dan dipelihara.

Caranya, dengan menjaga akhlak generasi muda dan terus menjaga persatuan di dalam perbedaan. Jangan suka bermusuhan, hanya karena perbedaan.

"Justru, perbedaan itu adalah modal sosial, sekaligus modal politik untuk memperkuat Nusantara," pungkas pria kelahiran Sampang, Madura, 13 Mei 1957. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.