Dark/Light Mode

Jokowi Ingin Pilpres Kekeluargaan

Setelah Balapan, Mari Berkawan

Minggu, 20 Agustus 2023 08:00 WIB
Presiden Joko Widodo menyapa sejumlah peserta usai acara Pengukuhan Pengurus DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) periode 2023-2026 di Lapangan Benteng, Medan, Sumatera Utara, Sabtu (19/8/2023). (Foto: Antara)
Presiden Joko Widodo menyapa sejumlah peserta usai acara Pengukuhan Pengurus DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) periode 2023-2026 di Lapangan Benteng, Medan, Sumatera Utara, Sabtu (19/8/2023). (Foto: Antara)

 Sebelumnya 
“Kesadaran politik tanpa harus membuat jarak, atau mengurangi nilai persahabatan sebagai warga negara Indonesia,” pesannya.

Hal senada juga disampaikan Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani. Menurutnya, semua pihak harus menjaga suasana politik yang kondusif pada kontestasi Pilpres. Terlebih, semua pihak, khususnya pimpinan partai, tak ingin mengulang pengalaman Pilpres 2014.

“Kami merespon positif atas pesan-pesan sejuk dan teduh seperti ini. Kontestasi mesti dimaknai sebagai lawan tanding dalam menjemput mandat rakyat, bukan sebagai musuh yang mesti dimusnahkan,” kata Kamhar.

Baca juga : Cak Imin Ketemuan Sama Ganjar, Gerindra Nggak Merasa Insecure

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengapresiasi pernyataan Presiden. Namun, ia meminta Presiden tidak lagi cawe-cawe. Berikan kebebasan bagi parpol dan politisi.

“Semua dewasa, tapi kalau diganggu ya akan potensi konflik. Pesannya, jadikan rakyat tujuan utama berpolitik. Tetap rendah hati untuk melayani,” imbuhnya.

Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno juga menilai, pesan Jokowi sangat baik. Supaya Pemilu tidak saling rusuh yang menimbulkan huru-hara. Karena politik di Indonesia politik perkawanan. “Yang kalah pun bisa jadi menteri,” ulas Adi.

Baca juga : Relawan Ngotot Bertahan

Namun, dia memprediksi, Pilpres 2024 tak seganas seperti di tahun 2014 dan 2019. Setidaknya, kata dia, Pilpres 2024 akan lebih cool karena strategi menyerang antar Capres terlihat dihindari setiap calon. Termasuk penggunaan isu SARS yang selama ini kerap membuat perpecahan di kalangan akar rumput.

“Jangan provokasi rakyat hanya untuk menang. Hindari cara-cara memecah belah dengan menghalalkan segala macam cara. Rakyat di bawah itu pada dasarnya adem dan rukun. Jangan rusak kehidupan harmonis mereka dengan kampanye murahan,” pungkasnya.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Minggu 20/8/2023 dengan judul Jokowi Ingin Pilpres Kekeluargaan, Setelah Balapan, Mari Berkawan

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.