Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Maknai Kemerdekaan dengan Rangkul Perbedaan dan Tolak Intoleransi
Minggu, 20 Agustus 2023 08:51 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Bangsa Indonesia sedang dalam nuansa perayaan Kemerdekaan RI. Mantan Ketua Umum DPP Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) KH Anwar Sanusi menyatakan, kemerdekaan yang dirayakan adalah untuk mengingat lepasnya Indonesia dari penjajahan negara asing. Jika mengacu kepada asal katanya, “merdeka” berasal dari Bahasa Sansekerta yaitu “mahardhika.”
“Mahardhika itu artinya merdeka, telah bebas dari pengaruh dan intervensi pihak lain. Kalau bagi Indonesia, merdeka artinya sudah bebas dari pengaruh pihak asing yang pernah menjajah kita,” ujar Anwar Sanusi, dalam keterangan yang diterima redaksi, Minggu (20/8).
Ia menjelaskan, menghayati semangat kemerdekaan yang menjadi hak bagi seluruh manusia di muka bumi, tidak bisa lepas dari sifat keterbukaan yang dapat merangkul semua. Hal ini sering juga disebut dengan toleransi, yang menjadi antitesis dari pemikiran radikal yang intoleran dan bisa merusak keragaman Indonesia yang kaya.
Baca juga : Muslimah Ganjar Gelar Lomba Fashion Show Di Jakarta Timur
“Hakikatnya, toleransi adalah sikap yang saling menghormati, menghargai, dan tidak memaksakan kehendaknya kepada orang lain yang punya pandangan berbeda,” imbuh Anwar Sanusi.
Dia menambahkan, jika bisa menerapkan kejujuran dan keadilan, baik dalam ucapan maupun tindakan, Indonesia akan berhasil menjadi bangsa besar. Memaknai kemerdekaan dengan memperjuangkan kemajuan bangsa Indonesia adalah prinsip yang sangat mulia. Selain itu, harus selalu diingatkan kepada seluruh anak bangsa agar mampu saling menghormati, mengakui, dan bisa objektif dalam melihat persoalan. Dengan begitu, segala perbedaan pendapat akan bisa disikapi dengan santai.
“Saya yakin, kalau Indonesia ini, mulai dari rakyatnya, pemimpinnya, sampai para tokoh agama dan tokoh masyarakatnya, bisa bersatu padu dalam bingkai iman dan takwa, bangsa kita bisa mendapatkan keberkahan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala,” ungkapnya.
Baca juga : Pesan Kapolri Pada HUT Ke-78 RI: Rajut Persatuan Dan Kesatuan
Anggota DPR periode 1997-2014 ini pun menjelaskan, kemajuan dan kebaikan suatu negara tergantung dari masyarakatnya sendiri. Ia pun berharap, kondisi yang aman dan damai serta kebersamaan anak bangsa tidak dirusak oleh kepentingan sesaat. Termasuk yang berkaitan dengan politik praktis untuk memperebutkan kekuasaan. Oleh karena itu, menghadapi tahun politik yang tinggal beberapa bulan lagi, sebaiknya tidak memakai prinsip politik Machiavelis.
“Politik Machiavelis adalah prinsip politik yang menghalalkan segala cara demi mencapai tujuan untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Cara yang dihalalkan misalnya menjelek-jelekkan, memfitnah, atau menuduh lawan politiknya. Ini tidak boleh terjadi. Penggunaan isu politik identitas itu merupakan terapan dari prinsip politik Machiavelis. Hal yang seperti ini seharusnya dihentikan karena tidak sesuai jati diri bangsa yang justru merangkul segala perbedaan agama, ras, dan golongan,” tegasnya.
Untuk itu, Anwar Sanusi berpesan agar kemerdekaan yang diperoleh bisa dimaknai secara luas. Merdeka tidak hanya dari penjajah, namun juga merdeka dari intoleransi, radikalisme dan terorisme.
Baca juga : Orang Muda Ganjar Semarakkan Kemerdekaan Dengan Tirakatan Hingga Lomba Agustusan
“Mari kita hayati semangat kemerdekaan Indonesia dan pesta demokrasi 2024 dengan bekal iman, takwa, dan akhlak yang mulia. Hapus intoleransi, radikalisme, dan terorisme,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya