Dark/Light Mode

PERHOMPEDIN Gandeng ASCO Percepat Obat Kanker Masuk Indonesia

Selasa, 22 Agustus 2023 16:22 WIB
Best of ASCO 2023 Indonesia yang digelar Perhimpunan Hematologi Onkologi Medik Indonesia bersama American Society of Clinical Oncology (Foto: Istimewa)
Best of ASCO 2023 Indonesia yang digelar Perhimpunan Hematologi Onkologi Medik Indonesia bersama American Society of Clinical Oncology (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perhimpunan Hematologi Onkologi Medik Indonesia (PERHOMPEDIN) bekerja sama dengan American Society of Clinical Oncology (ASCO) menggelar Best of ASCO 2023 Indonesia, di Jakarta, 19-20 Agustus 2023. Best of ASCO 2023 Indonesia merupakan acara ilmiah kedokteran untuk mempercepat masuknya obat kanker ke Indonesia.

Ketua umum PERHOMPEDIN Tubagus Djumhana Atmakusuma mengatakan, Best of ASCO 2023 bertujuan untuk menyajikan informasi terbaru berbasis bukti dari konferensi tahunan ASCO 2023 yang merupakan salah satu konferensi medis terkemuka di bidang onkologi. ASCO adalah organisasi medis yang fokus pada bidang onkologi khususnya pengobatan kanker. Setiap tahun, ASCO mengadakan pertemuan tahunan, dengan para ahli medis, peneliti, dan pakar terkait berkumpul untuk mempresentasikan hasil penelitian terbaru, berbagi pengetahuan, dan membahas perkembangan terbaru dalam pengobatan kanker.

"Kanker merupakan masalah serius bagi kesehatan global yang ditandai dengan tingginya angka kematian dan biaya pengobatan. Tingkat kematian yang tinggi dan dampak ekonomi yang besar dari penyakit ini meningkatkan urgensi untuk terus mengembangkan pendekatan-pendekatan terbaru dalam penanganan kanker," tutur Tubagus Djumhana, yang juga spesialis dalam penyakit dalam dan konsultan hematologi onkologi medik.

Tubagus menjelaskan, dalam pertemuan itu juga hadir berbagai pihak. Seperti Kementerian Kesehatan, Badan Pengawasan Obat dan Makanan, serta perusahaan farmasi. Pertemuan membahas komitmen untuk mendukung agar obat baru kanker bisa cepat masuk ke Tanah Air.

Baca juga : Produk Impor Dilarang Masuk Ke Indonesia...

"Kami mendukung kebijakan Pemerintah, terutama Bapak Menteri Kesehatan menginginkan obat baru bisa cepat masuk di Indonesia. Karena biasanya kalau di Singapura, begitu di-approve itu langsung masuk, karena mereka ikut terlibat dalam penelitian di sana," ucap dr Tubagus.

Demikian halnya di Malaysia dan Thailand, mereka lebih cepat dari Indonesia. Karenanya, banyak orang Indonesia yang cari obat ke sana. "Maka diharapkan dengan adanya obat baru lebih awal di sini, mereka nggak perlu berobat keluar negeri," ungkap Tubagus.

Oleh karena itu, Tubagus menegaskan, forum seperti simposium ini menjadi sarana penting bagi tenaga kesehatan untuk mendapatkan informasi terbaru, penelitian terkini, dan rekomendasi terbaik dalam menangani kasus kanker. Sebagai penyakit sistemik yang memengaruhi seluruh tubuh, diperlukan manajemen kanker yang efektif dan komprehensif. Kehadiran kanker sebagai penyakit sistemik yang kompleks juga membutuhkan pendekatan klinis terpadu.

Tubagus menjelaskan, pengobatan kanker memiliki tiga pilar utama yakni bedah, radioterapi, dan terapi sistemik yang masing-masing diberikan oleh dokter spesialis sesuai dengan keahlian mereka. Penanganan kanker memerlukan pendekatan lintas disiplin sehingga diperlukan tim yang bekerja sama dalam penanganan kasus kanker dimulai dari deteksi dini, diagnosis, terapi, manajemen komplikasi dan rehabilitasi atau paliatif. PERHOMPEDIN terus berupaya untuk berkembang dan mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas perawatan kanker di Indonesia.

Baca juga : Mendag Zulhas Minta Inggris Tak Hambat Ekspor Dari Indonesia

Pakar kanker nasional dan internasional pada Best of ASCO Indonesia menyajikan topik-topik terpilih yang mencerminkan perkembangan terbaru dalam onkologi. Acara ini akan diorganisir Ketua Seksi Ilmiah, Prof Noorwati Sutandyo, yang merupakan dokter spesialis dalam penyakit dalam dan konsultan hematologi onkologi medik.

Best of ASCO 2023 yang dilaksanakan selama dua hari mencakup berbagai aspek dari onkologi. Peserta memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam diskusi panel langsung dengan para ahli dan menikmati pameran digital yang disajikan perusahaan farmasi dan medis kelas dunia.

Platform daring ini mencakup 14 topik dalam 42 presentasi, termasuk kanker payudara, tumor sistem saraf pusat, kanker saluran pencernaan, kanker sistem genital dan saluran kemih (prostat, ginjal, buli), kanker ginekologi, kanker kepala dan leher, leukemia, kanker paru-paru dan kanker toraks lainnya, limfoma, diskrasia sel plasma, kanker kulit, sarkoma, kanker pada anak dan imunoterapi.

Pembicara pada acara ini berasal dari Indonesia, Filipina, Myanmar, Amerika Serikat, Taiwan, Jepang, China, dan Kanada yang melibatkan profesi multidisiplin berupa spesialis penyakit dalam, konsultan hematologi onkologi medik, ahli radioterapi, spesialis anak, dan ahli bedah onkologi. Acara ini dihadiri ratusan peserta dari Indonesia dan luar negeri.

Baca juga : Maknai Kemerdekaan dengan Rangkul Perbedaan dan Tolak Intoleransi

Dengan terselenggaranya Best of ASCO Indonesia 2023, diharapkan kolaborasi antara para ahli onkologi di Indonesia dan dunia dapat semakin terjalin erat. "Acara ini diharapkan akan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pengobatan kanker, baik di Indonesia maupun secara global," pungkas Tubagus.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.