Dark/Light Mode

Setelah Bunuh 1 Marinir, Tembak Warga Dan Bakar Gudang Beras

Teroris Papua Terus Berulah

Jumat, 25 Agustus 2023 08:00 WIB
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. (Foto: Tangkapan Layar)
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. (Foto: Tangkapan Layar)

 Sebelumnya 
Sebelumnya, KKB Papua menyerang Pos Satgas Yonif 7 Marinir di Jalan Yahuli, Paradiso Bawah Km 6, Distrik Dekai, Yahukimo, Papua Pegunungan. Akbar serangan ini prajurit Marinir Pratu Agung Pramudi Laksono (27) gugur tertembak. TNI mengungkapkan serangan diduga karena KKB di Yahukimo tak ingin ada Pos TNI-Polri di sana.

Dandim 1715/Yahukimo, Letkol Inf Tommy Yudistyo mengatakan, informasi serangan KKB bermula sekitar pukul 11.20 WIT. KKB yang melancarkan tembakan dibalas oleh prajurit yang bertugas di pos tersebut.

Aparat TNI bersama personel Satgas Damai Cartenz pun turun ke lokasi untuk mengevakuasi Pratu Agung yang dilaporkan mengalami luka saat kontak tembak terjadi. Pratu Agung pun berhasil dievakuasi sekitar pukul 12.25 WIT.

Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dekai untuk mendapatkan perawatan. Namun Pratu Agung dilaporkan meninggal pada pukul 12.40 WIT.

Baca juga : Main Tenang, Kunci The Daddies Dan Bakri Tembus Perempat Final

Sementara Kapolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri menuturkan, Pratu Agung meninggal sebelum dirawat. Korban meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.

Menanggapi serangan tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni menyebut, ulah beringas KKB itu sudah tidak bisa ditolerir. “Aparat harus segera menindak tegas dan keras para pemberontak ini,” kata Sahroni kepada wartawan, kemarin.

Dia menyebut, korban akan terus bertambah jika KKB tidak ditindak tegas. Sebab itu, Sahroni meminta aparat TNI-Polri segera memberantas habis KKB di Papua.

“Karena selain akan menjatuhkan lebih banyak korban, bila tidak segera diberantas habis, akan menurunkan wibawa kedaulatan negara,” ucapnya.

Baca juga : Gulirkan Rp 3,3 Miliar, Ganjar Resmikan Pasar Bawang Sengon Di Brebes Pasca Revitalisasi

Politisi Partai NasDem itu menilai tindakan itu merupakan bentuk provokasi dan terkesan ingin mengusik harga diri serta kedaulatan NKRI. “Selain sudah sangat jahat menembak warga sipil. KKB ingin mengusik harga diri dan kedaulatan NKRI,” tegas Legislator Dapil Jakarta III ini.

Di jagad Twitter, serangan yang dilakukan kelompok Papua ini bikin geram sejumlah pegiat dunia maya. Akun @yaniarsim berharap, aparat tidak tinggal diam. Ia mengaku heran melihat potongan video yang memperlihatkan KKB Papua menganiaya warga asli Papua.

“Teroris bersenjata Papua kembali menganiaya warga, masihkan mereka disebut KKB,” ujarnya.

Senada disampaikan akun @miun_samin. Menurut dia, aksi kejam sudah kelewatan. Perlu tindakan balasan. “Geram lihat kekejaman kelompok KKB terhadap Orang Asli Papua,” ungkapnya.

Baca juga : Pendukung Anies Nambah Terus

Akun @reza_05 menilai aksi yang dilakukan KKB sudah masuk kategori teroris. Pemerintah perlu mengevaluasi pengamanan di Papua. “Beginilah jika Pemberontak, Teroris di berikan casing KKB, Polisi lebih berperan. Karena ada kalimat kriminal. TNI mau bertindak, takut melanggar HAM. Pertanyaan harus berapa banyak lagi TNI-Polri meregang nyawa di Papua,” pungkasnya.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Jumat 25/8/2023 dengan judul Setelah Bunuh 1 Marinir, Tembak Warga & Bakar Gudang Beras, Teroris Papua Terus Berulah

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.