Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Di Rakernas, Ketum LDII Soroti Kesinambungan Solusi Masalah Bangsa
Minggu, 5 November 2023 18:51 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - DPP LDII bakal menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada 7-9 November 2023 mendatang.
Rakernas tersebut bertujuan mempertajam dan mengevaluasi program kerja, yang dicanangkan pada Munas IX LDII.
Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso mengungkapkan, selain dua hal itu, Rakernas ini juga menjadi wahana LDII untuk melihat visi dan misi para calon presiden.
Untuk diketahui, Rakernas LDII yang rencananya dibuka oleh Presiden Jokowi, akan dihadiri tiga pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).
"Kami memandang pemaparan mereka sangat penting, untuk mencari solusi berkelanjutan untuk menyambut era tinggal landas 100 tahun Indonesia," papar Ketua Chriswanto, saat menggelar konferensi pers, di Gedung DPP LDII, Jakarta, Minggu (5/11/2023).
Karena itu, Rakernas ini juga bakal dimanfaatkan DPP LDII untuk menitipkan aspirasi.
Dengan begitu, pembangunan nasional dan penyelesaian masalah kebangsaan bisa berkesinambungan.
"Terkait hal tersebut, DPP LDII akan memberikan rekomendasi kepada para calon pemimpin negara itu," ucapnya.
Chriswanto menambahkan, seabad Indonesia dalam pandangan LDII bukan sekadar 70 persen penduduk Indonesia berusia produktif.
Baca juga : Ditemui Mantan Ketum Muhammadiyah, Imin Girang dan Yakin Menang
Namun, menjadi puncak pencapaian bangsa Indonesia di segala lini, yang titik mulanya dirintis pada pertengahan abad 21.
"Kita masih memiliki persoalan pembangunan SDM terkait pendidikan, kebangsaan, kedaulatan pangan, kemajuan teknologi, perubahan iklim, dan berbagai masalah yang harus diselesaikan untuk menjadikan Indonesia negara maju pada usia 100 tahun nanti," tegasnya.
Menurutnya, LDII telah mencanangkan “8 Program Kerja LDII untuk Bangsa” sejak tahun 2018.
Delapan program kerja itu yakni, kebangsaan, keagamaan, pendidikan umum, kesehatan, ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, ekonomi syariah, teknologi digital, dan energi baru terbarukan.
Semuanya bermuara pada pembentukan SDM profesional religius dan kemajuan bangsa.
"Kami berupaya menyiapkan SDM untuk menyambut Indonesia Emas 2045, sesuai tema Rakernas 'Mewujudkan SDM Profesional Religius Dalam Bingkai NKRI Untuk Indonesia Emas 2045',” tutur Chriswanto.
Ia mengatakan, program kerja LDII disiapkan untuk menjawab tantangan global.
Salah satu contohnya, Indonesia telah meratifikasi Paris Agreement. Itu artinya, pada 2025, Indonesia harus mencapai target bauran energi sebesar 23 persen.
"Kami berupaya membantu pemerintah dengan membangun pembangkit listrik mikrohidro di perkebunan teh Jamus di Ngawi. Di pesantren, bahkan Gedung DPP LDII ini sebagian listriknya menggunakan tenaga surya,” tutur Chriswanto.
Baca juga : Ini Trik Jitu INACA Hadapi Tantangan Industri Penerbangan
Ia menambahkan, Indonesia memiliki berkah sebagai bangsa yang memiliki keberagaman agama, budaya, suku, bahkan ras.
"Dan Allah menganugerahi kita bisa bersatu, bersaudara, dan memiliki solidaritas yang tinggi sebagai bangsa. Anugerah ini bisa saja hilang, bila bangsa Indonesia tidak merawatnya," ingat Chriswanto yang pernah menjadi politisi Golkar Jawa Timur itu.
Merawat kebhinnekaan ini, dalam satu dekade belakangan mendapat ujian dengan adanya Pemilu yang akan berlangsung tahun depan.
Menurutnya, demokrasi yang semakin liberal ini memungkinkan orang saling serang dengan kata-kata di media sosial ataupun media massa.
Juga, menampilkan kampanye hitam, untuk menjatuhkan citra pihak lain.
"Inilah persoalan yang mampu memecah belah bangsa,” keluhnya.
Masalahnya, sambung Chriswanto, yang memecah belah persatuan bangsa itu tidak hanya ditampakkan oleh elit politik, tapi juga sekelompok masyarakat dengan memanfaatkan kegaduhan di tahun politik.
"Kami mengingatkan, memecah belah bangsa dengan merugikan pihak lain demi kepentingan pribadi maupun kelompok bertentangan dengan Pancasila, juga setiap agama yang diyakini bangsa Indonesia," imbau Chriswanto.
Dengan demikian merawat kebhinekaan merupakan tanggung jawab bersama seluruh bangsa Indonesia.
Baca juga : Ini Permintaan Anies Ke Jokowi Saat Makan Siang Di Istana
Dengan merawat kebhinekaan, pesta demokrasi akan makin memperkaya pemikiran untuk membangun Indonesia di masa depan.
"Perbedaan pemikiran dalam bingkai persatuan, selalu menghasilkan banyak hal positif untuk bangsa," terangnya.
Selain itu, dalam Rakernas, LDII akan menegaskan dukungan terhadap solusi damai dan penghentian kekerasan yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina.
"Bangsa Indonesia yang mengalami penjajahan, pendudukan, dan agresi di masa lalu, merasakan benar perasaan rakyat Palestina. Apalagi citra yang dibangun Barat dan Israel terhadap Palestina adalah ekstremis dan militan. Ini tidak menguntungkan bagi perjuangan rakyat Palestina,” tegas Chriswanto.
Menurutnya, Palestina kini sama halnya Indonesia yang juga dicap sebagai gerakan ekstremis setelah memproklamasikan kemerdekaannya usai melawan Belanda.
"Ini menjadi perhatian kami, agar sikap anti penjajahan tidak dicap sebagai pelaku kekerasan," tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya