Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Adaptasi Era Digital, Perpusnas Latih Konten Kreator dengan Literasi Fotografi

Jumat, 10 November 2023 12:50 WIB
Webinar Literasi Fotografi bagi para konten kreator Perpusnas, di Jakarta, Kamis (9/11). (Foto: Dok. Perpusnas)
Webinar Literasi Fotografi bagi para konten kreator Perpusnas, di Jakarta, Kamis (9/11). (Foto: Dok. Perpusnas)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perpustakaan Nasional (Perpusnas) terus beradaptasi dengan perkembangan dunia digital. Salah satunya, dengan melatih para konten kreator Perpusnas dalam Webinar Literasi Fotografi.

Kemudahan serta kecepatan di era digital menjadi peluang bagi perpustakaan untuk menjangkau lebih banyak pemustaka. Apalagi paradigma perpustakaan saat ini tidak lagi didatangi melainkan mendekatkan diri (berinklusi). Perpustakaan sebagai sumber informasi dan referensi harus mampu beradaptasi, termasuk dalam pengemasan maupun penyajian informasi.

“Era perkembangan teknologi dan informasi saat ini harus disikapi sebagai tantangan sekaligus peluang,” imbuh Plt Kepala Pusat Analisis Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Baca Perpusnas Dewi Kartikasari, dalam Webinar Literasi Fotografi bagi para konten kreator Perpusnas, di Jakarta, Kamis (9/11).

Baca juga : Ganjar Dorong Pelatihan Manajemen Keuangan Dan Keahlian Bagi Pekerja Migran

Kehadiran konten kreator sebagai bagian dari ekosistem digital modern amat memengaruhi penyajian maupun pengemasan informasi yang menarik dari perpustakaan. Dari kreativitas mereka, pemustaka dan masyarakat teredukasi dan terhibur. Diseminasi hasil pengemasan informasi/pengetahuan disebarluaskan melalui kanal media sosial, seperti YouTube, Instagram, Facebook.

Ketua Umum Asosiasi Profesi Fotografi Indonesia (APFI) Ridha Kusumabrata, dalam pembekalan ke para konten kreator Perpusnas, mengatakan elemen penting bagi seorang fotografer adalah cahaya. "Sama halnya ketika menjadi konten kreator, jika tidak ada cahaya maka itu bukan kegiatan fotografi,” ujar Ridha.

Sebab, seni fotografi adalah melihat dan menyeimbangkan cahaya dengan lingkungan sekitar agar terlihat lebih indah. Maka, agar terlihat indah selain fokus pada elemen cahaya, hal lain yang mesti dipahami untuk menjadi konten kreator adalah memerhatikan ukuran file foto yang mau ditampilkan dan image quality yang terdapat di menu kamera.

Baca juga : Hadapi Era Digital, Relawan Ganjar Milenial Gelar Pelatihan Videografer

“Inti dari aktivitas fotografi adalah bagaimana fotografer memahami konsep segitiga exposure, yakni apperture (diafragma), shutter speed (kecepatan rana), dan iso (kepekaan sensor),” tambah Ridha.

Sementara itu, Agung Nugroho dari APFI Provinsi DKI Jakarta menegaskan, tugas konten kreator adalah membuat konten baik berupa tulisan, foto, audio, ataupun video yang akan ditampilkan pada berbagai media populer seperti yang tadi disebutkan. “Jadi, foto-foto yang dihasilkan adalah gambar yang bercerita tanpa memerlukan alat bantu. Cukup tampilkan foto saja,” ujar Agung.

Lalu, bagaimana cara foto bercerita? Agung menjelaskan, jadikan foto sebagai pelengkap dan pencerita utama. Namun, agar foto bisa jadi medium bercerita, fotografer wajib memerhatikan frame (framing), angle (sudut pengambilan), dan detail objek yang diambil.

Baca juga : PDB Indonesia 4,94 Persen, BPS: Kontribusi Sektor Pertanian Signifikan

“Kembali mengingatkan bahwa tugas dari seorang konten kreator adalah menciptakan konten-konten kreatif yang menginformasi, mengedukasi, menginspirasi yang dikemas secara menarik,” pungkas Agung.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.