Dark/Light Mode

BSK Kumham Lakukan Advokasi Hasil Analisis Kebijakan Tahun 2023

Sabtu, 2 Desember 2023 13:03 WIB
Kepala BSK Kumham Ambeg Paramarta
Kepala BSK Kumham Ambeg Paramarta

 Sebelumnya 
Setelah mengidentifikasi gap, para analis kebijakan dilanjutkan dengan policy alternatives atau proses mengembangkan pilihan kebijakan dan pembobotannya dan harus lebih dari satu alternatif.

Kemudian, Fadillah Putra menyampaikan siklus evaluasi kebijakan dapat menjadi target analisis kebijakan publik, mengingat masih lemahnya kebijakan publik dalam proses tersebut. 

Fadillah menambahkan selain kemampuan analisis para analis kebijakan juga harus memiliki kemampuan politik, hal ini diperlukan untuk dapat meyakinkan stakeholder untuk mendukung kebijakan tersebut.

Baca juga : Bos Indodax Luncurin NFT, Bagi Hasilnya 12 Persen Per Tahun

Pada kegiatan advokasi masa ini tidak lagi Penyampaian hasil analisis berupa laporan yang akan dikomunikasikan, melainkan dengan menyiapkan cerita atau dengan format menulis cerita pendek. 

Hal ini dapat dicontoh bagi pelaksanaan advokasi berikutnya, dengan merubah paradigma melaporkan jadi bercerita diharapkan para stakeholder dapat merasakan empati sehingga mendukung kebijakan yang di rekomendasikan.

Selanjutnya Fadillah juga memberikan rekomendasi kepada peserta kegiatan Advokasi, khususnya bagi para tim analis kebijakan di BSK Kumham. 

Baca juga : Puluhaan Advokat Dukung Pemilu Adil Tanpa Kecurangan

Pertama, advokasi kebijakan publik perlu dilakukan dalam rangka perbaikan dan/atau perubahan kebijakan (policy reform), berangkat dari evaluasi. 

Kedua, Penerima manfaat dari aktivitas analisis kebijakan publik adalah para stakeholders kebijakan, harus diperjelas posisinya apakah pro/kontra terhadap kebijakan tersebut.

Ketiga, tindak lanjut Advokasi kebijakan harus berorientasi pada policy adoption

Baca juga : PROPER KLHK Raih Top 5 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2023

Dan yang terakhir, langkah yang dapat diambil adalah evaluasi normatif dan sumatif, Penguatan policy story, studi Kelayakan rekomendasi kebijakan, membuat policy map, melakukan stakeholders analysis dan aktivasi, dan strategi-strategi komunikasi kebijakan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.