Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2024 terselenggara dengan meriahnya. Puncak peringatan HPN 2024 pada Selasa (20/2/2024), di Ecovention Ancol, Jakarta, dihadiri Presiden Jokowi, dengan menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Publisher Rights. Regulasi ini tentu membawa angin segar bagi ekosistem media masa di Indonesia. Pengesahan ini menjadi momentum penting sebagai penyegaran, persaingan sehat, dan kesetaraan dalam membangun bisnis media menuju ke perbaikan secara kualitatif.
Melansir dari situs resmi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Hari Pers Nasional 2024 kali ini mengusung tema "Mengawal Transisi Kepemimpinan Nasional dan Menjaga Keutuhan Bangsa". Tema ini dipilih dalam rangka pesta demokrasi dalam suasana Pemilu 2024. Hal ini ditujukan agar segenap insan pers untuk tetap menjaga keutuhan berbangsa di tengah kegaduhan situasi politik yang terjadi.
Ekosistem media massa, baik yang terbit berbentuk cetak ataupun platform digital (elektronik), merupakan suatu yang embedded dalam sebuah pusaran arus globalisasi membawa dampak besar bagi perubahan perilaku dan gaya hidup individu, kelompok (komunitas) dan masyarakat di seluruh penjuru dunia. Mengaitkan media massa dengan budaya tentu tidak bisa terlepas dari permasalahan globalisasi dan integrasinya dalam pasar dunia, karena wajah media massa tentu sangat ditentukan pada pergeseran dalam isu-isu globalisasi dan kepentingan kapital.
Baca juga : Pasokan Melimpah, Konsumen Gas Dalam Negeri Harus Disiapkan
Dalam konteks Indonesia, perubahan wajah media massa sangat mudah untuk ditelusuri. Pada era Orde Baru (Orba), secara jelas kita melihat wajah dunia (khususnya), media massa itu sangat didominasi kekuatan negara. Munculnya era reformasi merupakan sebuah harapan baru, hembusan angin penyegaran bagi terciptanya kebebasan media massa dalam menyampaikan berita dan informasi bagi publik.
Tetapi, perubahan yang terjadi pada wajah dunia media massa beserta kebebasannya dengan sebuah analisa, dapat dilihat seksama sebagai bagian yang tidak dapat lepas dari kepentingan kapitalisme global. Dengan bersumber pada kaidah neoliberalisme dengan memiliki beragam muatan-muatan kepentingan pasar global (liberalisasi ekonomi global) di negara-negara sedang berkembang seperti Indonesia.
Media Massa dan Partisipasi Publik
Baca juga : Macan Kemayoran Berburu Poin Di Luar Jakarta
Media massa adalah sebagai sebuah kelembagaan kemasyarakatan (social institution). Sebagai lembaga kemasyarakatan, media massa merupakan subsistem kemasyarakatan tempatnya pun berada bersama dengan subsistem lainnya. Dengan demikian, media massa tidak hidup secara mandiri, akan tetapi memengaruhi dan dipengaruhi juga oleh lembaga kemasyarakatan lainnya.
Apabila kita memahami media massa sebagai bagian subsistem yang ada di masyarakat, proses interaksi dan saling memengaruhi antar sub-subsistem yang ada (politik, ekonomi, dan sosial-budaya) akan terjadi karena keberadaan dan posisi media massa itu bukan semata-mata pada relung-relung kosong ataupun ruang hampa.
Karena itulah, dalam menjalankan fungsinya, media massa harus memberikan keseimbangan (balance) pada tataran informasi, edukasi, hiburan, dan saling memengaruhi. Korelasi idealisme media massa tentu akan terkait dengan bagaimana keempat fungsi dipraktikan (dijalankan).
Baca juga : Mikha Tambayong, Rayain Ulang Tahun Pernikahan Di Hotel
Karena dalam implementasi kerjanya, media massa mempunyai minimal tiga tanggung jawab mendasarnya. Pertama, tanggung jawab sosial (social responsibility). Kedua, tanggung jawab nasional (national responsibility). Ketiga, tanggung jawab individual (individual responsibility).
Berangkat dari media massa dengan proses dialektikanya sebagai sebuah keniscayaan sejarah, yang menjadi sebuah titik krusialnya adalah bagaimana laju perkembangan teknologi informasi dan institusi media itu dapat bersenyawa menjadi bagian yang terlahir di dalam rasionalitas instrument yang mensinergiskan dengan kemunculan ruang untuk partisipasi publik. Sehingga publik mempunyai ruang partisipasi sebagai peran aktifnya secara bertanggung jawab, objektif, mengamplifikasi kebenaran, yang ikut mewarnai beraneka ragam dinamika kehidupan jurnalisme dan media massa di Indonesia secara berkelanjutan.
noufal riri hananta
Arsitek Profesional, Penulis dan Pemerhati Sosial, Politik, Budaya
Arsitek Profesional, Penulis dan Pemerhati Sosial, Politik, Budaya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya