Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Rentan Kena Panyakit, Dokter Sarankan Jemaah Haji Bawa Obat obatan Berikut Ini
Sabtu, 11 Mei 2024 10:41 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Di tengah cuaca panas tanah suci, jemaah perlu menjaga kondisi fisiknya tetap bugar dan sehat.
Tim Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (PKP3JH) menyebutkan terdapat beberapa penyakit yang rentan dialami jemaah haji saat di tanah suci. Pertama, Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA)
" ISPA diakibatkan karena kerumunan besar jemaah, polusi udara, dan perubahan suhu yang drastis di Mekah dan Madinah," kata Kasi Lansia, Disabilitas, dan PKP3JH Daker Madinah, Dokter Leksmana, di Madinah, Kamis (9/5).
Selain itu, gangguan pencernaan, seperti diare, muntah, atau sakit perut, yang disebabkan oleh perubahan pola makan, air minum yang berbeda.
Baca juga : Ramalan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 10 Mei 2024, Simak Info BMKG Berikut Ini
“Gangguan pencernaan timbul bisa dari sanitasi yang mungkin tidak memadai juga perlu diwaspadai." imbuhnya.
Dokter yang akrab disapa dengan dr. Leks juga menyebutkan, dehidrasi menjadi risiko yang serius jika jemaah tidak cukup minum air.
"Dehidrasi terjadi dikarenakan cuaca panas di Makkah dan Madinah," tutur dr Leks.
Ia menambahkan, penyakit kulit, infeksi jamur, ruam panas, atau luka akibat gesekan pakaian bisa terjadi karena panas dan kelembaban yang tinggi.
Baca juga : Konsul Haji Minta Maktab Pahami Latar Belakang Jemaah Haji Indonesia
"Penyakit menular, seperti flu, demam, atau penyakit menular lainnya karena interaksi dengan jemaah dari berbagai negara dengan kondisi kesehatan yang berbeda juga perlu diantisipasi," ujarnya.
Kemudian, terdapat juga penyakit kronis yang bisa dialami Jemaah, seperti hipertensi, diabetes, atau penyakit jantung bisa menjadi lebih sulit dikontrol karena perubahan pola makan, kurang istirahat, dan stres selama perjalanan.
"Serta trauma atau cedera, terutama karena kerumunan besar dalam melakukan ritual seperti tawaf dan melempar jumrah," terang dr. Leks.
Untuk itu, ia merekomendasikan beberapa obat yang disarankan untuk dibawa oleh jemaah haji, yaitu, obat antidiare, obat pencernaan, obat pereda nyeri, obat alergi, obat untuk masalah kulit, obat flu dan batuk, obat pribadi, dan obat-obatan yang biasa dikonsumsi untuk kondisi kesehatan tertentu. Seperti obat untuk tekanan darah tinggi, diabetes, jantung atau kondisi medis lainnya.
Baca juga : Kemenag Imbau Masyarakat Tak Tertipu Tawaran Berangkat Haji Dengan Visa Non Haji
Seperti diketahui, Jemaah haji Indonesia akan mulai berangkat ke Arab Saudi pada Minggu 12 Mei 2024. Tahun ini, terdapat 241.000 jemaah, terdiri atas 213.320 jemaah reguler dan 27.680 jemaah haji khusus. Data Kementerian Agama mencatat tahun ini ada sekitar 45.000 jemaah haji reguler dengan usia 65 tahun ke atas.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya