Dark/Light Mode

Ribuan Warga Mengungsi Akibat Erupsi Gunung Ruang di Sitaro, Sulawesi Utara

Rabu, 15 Mei 2024 16:54 WIB
Salah satu lokasi pengungsian warga yang terdampak aktivitas Gunung Ruang di Kabupaten Kepulauan Siao Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara. Foto: Ist
Salah satu lokasi pengungsian warga yang terdampak aktivitas Gunung Ruang di Kabupaten Kepulauan Siao Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara. Foto: Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Aktivitas Gunung Ruang di Kabupaten Kepulauan Siao Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, masih menunjukkan adanya aktivitas vulkanik. Akibatnya, sebanyak 9.343 jiwa dari dua pulau, yakni Pulau Tagulandang dan Pulau Ruang ikut terdampak.

Meskipun, menurut Pusat Vulkanologi mdan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), aktivitas vulkanik menurun pada tanggal 13 Mei 2024. Dari Level IV (AWAS) menjadi Level III (SIAGA).

Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 9.083 jiwa dan 5000 rumah terdampak akibat aktivitas vulkanik Gunung Ruang ini.

Baca juga : Update Aktivitas Gunung Ruang: Masih Status Awas, Ini Imbauan Untuk Masyarakat

Peristiwa ini juga mengakibatkan 9.343 warga mengungsi untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan dari aktivitas vulkanik Gunung Ruang yang tersebar di berbagai Kota dan Kabupaten terdekat.

Ribuan warga yang mengungsi itu, tersebar ke berbagai daerah. Antara lain Kota Manado, Kota Bitung, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa, dan Pulau Siao.

Berikut rincian jumlah pengungsi:

  • Kota Manado: 2.794 jiwa
  • Kota Bitung: 1.567 jiwa
  • Kabupaten Minahasa Utara: 1.041 jiwa
  • Kabupaten Minahasa: 608 jiwa
  • Pulau Siao: 493 jiwa
  • Pulau Tagulandang: 2.835 jiwa
  • Pulau Biaro: 5 jiwa

Baca juga : Pulau Tagulandang Nyaris Tenggelam Karena Erupsi Gunung Ruang? Itu Mah Hoax

BPBD Kabupaten Sitaro dan BNPB telah melakukan pendataan pengungsi dan mendampingi tim dalam proses pemulangan pengungsi yang berada di luar kawasan rawan bencana. Upaya relokasi pengungsi juga sedang dilakukan dengan melakukan survey lokasi yang sesuai.

Selain itu, pemerintah juga fokus pada pemulihan sektor pendidikan. Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menyelenggarakan kembali kegiatan belajar dan ujian sekolah secara terpusat bagi peserta didik yang terdampak erupsi.

Pemerintah Kabupaten Sitaro telah memperpanjang status tanggap darurat selama 14 hari, mulai dari tanggal 14 Mei hingga 27 Mei 2024.

Baca juga : Wapres Minta Warga Patuhi Arahan Relokasi Pasca-Erupsi Gunung Ruang

BNPB mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Ruang untuk tetap tenang dan mengikuti perkembangan informasi resmi dari pihak berwenang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.