Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Airlangga Jawab Kekhawatiran Soal APBN, Indonesia Baik-baik Saja
Sabtu, 22 Juni 2024 08:20 WIB
Sebelumnya
Dengan defisit yang terjaga di bawah 3 persen terhadap PDB, Airlangga menilai, investor tidak perlu khawatir terhadap arah kebijakan fiskal pemerintah ke depan. Ia pun menyesalkan munculnya berbagai rumor dalam beberapa pekan terakhir.
"Indonesia dalam situasi yang ba- gus," ujarnya.
Soal anggaran yang dibutuhkan untuk membiayai program Prabowo, Airlangga mengatakan, hal tersebut masih dalam pembahasan di DPR. "Semua ada tahapannya, tenang-tenang saja," ucapnya.
Sehari sebelumnya, Sri Mulyani menegaskan, sejauh ini APBN berada dalam posisi yang aman. Terlihat dari defisit yang masih di bawah batas yang ditentukan, yaitu 3 persen terhadap PDB.
Baca juga : Tingkatkan Literasi Melalui Program Gerakan Indonesia Membaca
"APBN 2024 yang sekarang se- dang berjalan, kita akan tetap kelola secara hati-hati," jelas Sri Mulyani, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/6/2024).
Sementara untuk APBN 2025 yang akan dijalankan oleh Prabowo, defisitnya akan dipatok pada rentang 2,21- 2,8 persen. Rentang defisit cukup lebar untuk pemerintahan baru menjalankan programnya.
"Ini berarti kita akan mampu untuk tetap menjaga fiskal yang prudent hati-hati dan tetap sustainable tapi pada saat yang sama bisa mengakomodasi program yang akan dilaksanakan pemerintahan baru 2025," terangnya.
Pemerintah juga memiliki cadangan anggaran yang bisa digunakan dalam keadaan mendesak. “Tahun lalu yang mencapai Rp 100 triliun kita gunakan untuk menurunkan kebutuhan pembiayaan melalui market dan ini bisa menjaga yield SBN (Surat Berharga Negara) kita pada level meskipun mengalami kenaikan masih tetap terjaga baik," ungkapnya.
Baca juga : Update Haji: 107 Orang Jemaah Indonesia Wafat
Sri Mul juga mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan tim Prabowo, membahas kebutuhan anggaran untuk pemerintahan berikutnya. Ia memastikan, program pemerintah tahun depan sudah diperhitungkan dalam penganggaran APBN. Namun, pelaksanaannya nanti akan dipaparkan oleh tim Prabowo.
Di tempat yang sama, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan, pelemahan rupiah saat ini lebih banyak dipicu faktor sentimen jangka pendek, bukan disebabkan faktor fundamental pembentuknya. Sebab, kalau dilihat dari faktor fundamentalnya rupiah seharusnya menguat.
"Inflasi kita lebih rendah di 2,8 persen, pertumbuhan kita juga tinggi 5,1 persen. Kredit juga bertambah 12 persen, demikian juga kondisi ekonomi kita, termasuk imbal hasil investasi yang baik," ucap Perry.
Sementara itu, Anggota Bidang Keuangan Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran, Thomas Djiwandono mengatakan, pihaknya yang mewakili pembahasan rencana anggaran Prabowo-Gibran, belum menentukan target rasio utang terhadap PDB. Selain itu, Prabowo juga disebut bakal mematuhi ketentuan mengenai batasan rasio utang sebagaimana diatur dalam aturan berlaku.
Baca juga : Flu Burung: Kewaspadaan Global Meningkat, Indonesia Harus Siap
"Kami sama sekali tidak berbicara mengenai target utang terhadap PDB. Ini bukan rencana kebijakan formal," kata dia, dalam keterangannya, dikutip Selasa (18/6/2024).
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Sabtu, 22 Juni 2024 dengan judul Airlangga Jawab Kekhawatiran Soal APBN, Indonesia Baik-baik Saja
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya