Dark/Light Mode

Ekonomi Korea Lesu, Benny: Jumlah Pekerja Migran Turun Bukan Hanya Indonesia

Senin, 24 Juni 2024 19:00 WIB
Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani saat seremoni pelepasan 697 calon PMI ke Korea dan Jerman di el Royal Hotel, Kelapa Gading, Jakarta, Senin (24/6/2024). Foto: Istimewa
Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani saat seremoni pelepasan 697 calon PMI ke Korea dan Jerman di el Royal Hotel, Kelapa Gading, Jakarta, Senin (24/6/2024). Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani menjelaskan alasan pihaknya yang baru menempatkan sekitar 4.600 PMI ke Korea Selatan hingga pertengahan tahun 2024.

Kata Benny, krisis ekonomi yang dihadapi rakyat Korea berakibat fatal terhadap pengiriman pekerja migran ke negara Ginseng tersebut.

"Padahal tahun sebelumnya kita menempatkan kurang lebih 13.000 dalam satu tahun. Juni ini harusnya sudah setengah dari jumlah tahunan," kata Benny pada acara seremoni pelepasan 697 calon PMI ke Korea dan Jerman di el Royal Hotel, Kelapa Gading, Jakarta, Senin (24/6/2024).

"Ternyata ada situasi di Korea, minat sajang (majikan) berkurang karena juga situasi ekonomi di Korea. Nah, ini menjawab pertanyaan-pertanyaan WhatsApp ke saya kemudian chat di Facebook, Instagram, yang seolah-olah menyalahkan Pemerintah, dalam hal ini BP2MI," tambah Benny.

Baca juga : Erick Thohir Ajak Coach Mochi Dinner, Bahas Perkembangan Timnas Putri Indonesia

Benny menegaskan, Pemerintah tidak punya niat sedikit pun untuk menghalangi rakyatnya yang mempunyai minat bekerja di luar negeri. Cuma negara ngawur, tambah Benny, yang menghalangi rakyatnya untuk merebut kerja di negara penempatan.

Sebab, pahlawan devisa merupakan sektor penghasil remiten terbesar kedua setelah minyak dan gas.

"Kondisi ini bukan cuma dialami Indonesia, 16 negara pengirim yang bersaing dengan Indonesia juga merasakannya," aku Sekjen Partai Hanura itu.

Lebih lanjut, Benny mendoakan agar situasi perekonomian di Korea cepat pulih. Sehingga jumlah penempatan PMI ke Korea pada tahun ini dapat melampaui periode-periode sebelumnya.

Baca juga : Direktur Finance BNI Raih Penghargaan The Most Inspiring Woman Leader dari CNBC Indonesia

"Mudah-mudahan situasi ini cepat pulih, dan mimpi saya tahun ini mengirim 15.000 hingga 17.000 PMI bisa terealisasi," pungkas dia.

Korea Selatan merupakan negara yang menjadi idola untuk calon PMI. Setiap tahunnya, jumlah penempatan CPMI ke Korea terus bertambah. Dari 7.000 hingga 13.000 di tahun 2023.

"Artinya apa, Korea menjadi negara pilihan utama anak-anak muda untuk berangkat selain Jerman dan Jepang," sebut Benny.

Di kesempatan sama, Representatif Indonesia EPS Center, Park Sehoon menegaskan situasi ini tidak akan mengganggu hubungan harmonis antara Pemerintah Korea dengan Indonesia.

Baca juga : Daewoong Pharmaceutical, Perkuat Kerjasama dan Dukung Talenta Muda Indonesia

Pihaknya akan terus berkomunikasi dengan para majikan untuk kembali menggairahkan semangat mereka dalam merekrut pekerja asal Indonesia. "Namun, memang kondisi ekonomi Korea secara umum sehingga turut dialami juga oleh negara pengirim lainnya," tutup Park.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.