Dark/Light Mode

Kolaborasi Save the Children Dan Nutrition Gencar Cegah Stunting

Kamis, 27 Juni 2024 13:42 WIB
Kolaborasi Save the Children Indonesia dengan Nutrition International terus mendukung upaya pemerintah dalam menurunkan angka stunting, (Foto: Istimewa)
Kolaborasi Save the Children Indonesia dengan Nutrition International terus mendukung upaya pemerintah dalam menurunkan angka stunting, (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Stunting bukan hanya tentang tinggi dan berat badan anak, akan tetapi juga tentang perkembangan kognitif seorang anak agar dapat mengenyam pendidikan dengan baik. Serta terhindar dari risiko penyakit kronis, karena itu gizi memainkan peran yang sangat penting sebelum dan setelah anak dilahirkan.

Save the Children Indonesia dan Nutrition International telah mendukung upaya pemerintah selama lima tahun terakhir untuk menurunkan angka stunting, khususnya di Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Sumedang dan Bandung Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Hal tersebut dituangkan melalui program Better Investment for Stunting Alleviation (BISA). Inisiatif ini didukung penuh oleh Power of Nutrition (PON), DFAT (Pemerintah Australia), dan Global Affairs Canada (Pemerintah Kanada) mencakup berbagai intervensi untuk meningkatkan kesadaran dan praktik gizi seimbang di kalangan masyarakat.

Baca juga : Kolaborasi The Palace Dan Yamaha Luncurkan Pendant Emas Bertabur Berlian Di PRJ

“Upaya kami selama lima tahun terakhir telah menunjukkan hal yang positif. Langkah ini juga menjadi komitmen kami untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan dalam upaya penurunan stunting di Indonesia," jelas Plt. Direktur Kesehatan dan Gizi - Save the Children Indonesia Aduma Situmorang dalam keterangannya, Rabu (26/6/2024).

Pada 2023, prevalensi stunting di Indonesia mencapai 21,5 persen (Suvei Kesehatan Nasional 2023/SKI). Sekitar 23,4 persen dari populasi di atas 18 tahun mengalami kelebihan berat badan (SKI 2023).

Prevalensi anemia di antara populasi berusia 15-24 tahun mencapai 15,5 persen, sedangkan di antara ibu hamil sebesar 27,7 persen (SKI 2023).

Baca juga : Kolaborasi AIHII dan FPCI Gelar Kegiatan Foreign Policy Insight

Aduma mengatakan, melalui program BISA, Save the Children dan Nutrition International tidak hanya meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang gizi dan praktik kesehatan yang baik, tetapi juga memperkuat infrastruktur kesehatan dan dukungan pemerintah setempat.

Dengan berbagai intervensi mulai dari rumah tangga dan komunitas, sistem layanan kesehatan hingga pemerintah yang holistik dan berkelanjutan.

Harapannya dapat menciptakan perubahan yang lebih luas dalam masyarakat dan mencipatakan masa depan yang lebih sehat dan lebih baik bagi anak-anak Indonesia.

Baca juga : Soraya Intercine Siap Tayangkan "Catatan Harian Menantu Sinting"

Direktur Nutrition International Indonesia Herrio Hattu mengatakan, di Nutrition International, pihaknya percaya pada pendekatan yang efisien dan efektif untuk memperoleh dampak yang maksimal dengan biaya dan kompleksitas yang minimal.

Hal ini memastikan bahwa setiap hasil kerja kami tidak merugikan para penerima manfaat.

"Ini akan menjadi salah satu model yang berhasil yang menitikberatkan pada pendekatan lintas sektor untuk mempercepat pengentasan stunting," ujarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.