Dark/Light Mode

Ketua MPR RI Dan DPP LDII Sepakati Program Sekolah Virtual Kebangsaan

Jumat, 28 Juni 2024 14:37 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto dan jajarannya beraudiensi dengan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo pada Kamis (27/6/2024).

Dalam silaturahmi tersebut, keduanya menyoroti nilai-nilai kebangsaan yang kian melemah akibat globalisasi melalui media massa dan media sosial.

“Ideologi Pancasila mengalami penggerusan saat media ber-platform penyiaran film internasional berbayar dan berbagai media massa lainnya, menayangkan kehidupan Barat, disebarluaskan oleh media sosial,” ujar Bambang Soesatyo, yang biasa disapa Bamsoet, dikutip Jumat (28/6/2024).

Budaya tersebut dinilai dapat memberikan dampak buruk terhadap penerapan nilai-nilai Pancasila dan kebangsaan bagi kehidupan generasi muda.

Menurut Bamsoet, bangsa Indonesia memerlukan penebalan pemahaman kebangsaan.

Baca juga : Terima Pengurus LDII, Bamsoet Dukung Sekolah Virtual Kebangsaan

“Agar tidak luntur nilai-nilai kebangsaan mereka dan jati diri asli mereka terhadap bangsanya sendiri,” paparnya.

Ia berpendapat, untuk mengantisipasi penggerusan nilai-nilai Pancasila, harus ada sebuah program kebangsaan yang memberikan kesadaran bahwa NKRI lebih penting dari segalanya.

“Akar permasalahan sosial yang terjadi di Indonesia saat ini, sering bermula dari mudahnya rakyat Indonesia diadu domba yang berpotensi merusak tatanan kita sebagai bangsa dan negara,” lanjutnya.

Menurutnya, masalah sosial yang tengah terjadi di Indonesia sangat kompleks, sehingga menimbulkan masalah krusial lainnya.

“Krisis terbesar di Indonesia, yaitu krisis tahun 1998, merupakan salah satu contoh dari gejolak sosial yang berujung pada kriminalisasi dan harus diantisipasi melalui kesadaran kebangsaan,” ungkap Bamsoet.

Baca juga : Sosialisasi 4 Pilar MPR ke PPPAU, Bamsoet Ajak Perkuat Nilai-nilai Kebangsaan

Tak sebatas membahas persoalan kebangsaan saja, pada pertemuan tersebut jajaran pengurus DPP LDII memberikan usulan kepada MPR RI untuk mengadakan program “Sekolah Virtual Kebangsaan”.

DPP LDII meyakini, Sekolah Virtual Kebangsaan ini dilaksanakan untuk mensosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan ke berbagai elemen anak bangsa.

Hal ini mendukung terimplementasinya Empat Pilar Kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Serta, memberikan pemahaman pentingnya Empat Pilar Kebangsaan dalam menghadapi ekspansi arus globalisasi.

Bamsoet mengapresiasi inisiasi program tersebut dan berharap LDII turut mempertebal nilai-nilai kebangsaan.

Baca juga : Pemerintah, DPR Dan DPD Sepakati Naskah Revisi Undang-Undang KSDAHE

“Kita masih tegak berdiri di sini karena kita mengamalkan Pancasila. Program Sekolah Virtual Kebangsaan ini sangatlah bagus, dengan memaksimalkan teknologi, sehingga penyebarannya dapat menjangkau berbagai belahan Indonesia,” jelasnya.

Sejalan dengan Bambang Soesatyo, Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso menyampaikan, melalui program Sekolah Virtual Kebangsaan, sosialisasi tentang kesadaran mengenai nilai-nilai Pancasila dan kebangsaan akan mulai disebarkan.

“Karena yang perlu kita ketahui bersama, pembinaan kebangsaan ini menjadi penting karena generasi ini terus bersambung. Dan satu-satunya warga NKRI haruslah paham mengenai kebangsaan,” jelas KH Chriswanto.

Pada akhir diskusi KH Chriswanto mengatakan, LDII sebagai lembaga dakwah yang berbasis kebangsaan dapat terus menyosialisasikan kebangsaan melalui “Sekolah Virtual Kebangsaan” yang nota kesepahamannya akan ditandatangani pada awal Agustus mendatang.

Penekenan tersebut berbarengan dengan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dan program LDII “Kerja Bakti Nasional: Kerja Bersama, Bakti untuk Negeri”

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.