Dark/Light Mode

Unjuk Rasa Di PT Indobara Diwarnai Keributan, Seorang Sekuriti Terluka

Senin, 15 Juli 2024 05:02 WIB
Aksi unjuk rasa di PT Indobara Bahana (IBB) di Jl. Raya Golf Palm Hill No. 7, RT 002/RW 002, Desa Kadumangu, Kec. Babakan Madang, Kab. Bogor, Jawa Barat. (Foto : Ist)
Aksi unjuk rasa di PT Indobara Bahana (IBB) di Jl. Raya Golf Palm Hill No. 7, RT 002/RW 002, Desa Kadumangu, Kec. Babakan Madang, Kab. Bogor, Jawa Barat. (Foto : Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Seorang sekuriti berinisial R, pegawai dari PT Indobara Bahana (IBB) di Jl. Raya Golf Palm Hill No. 7, RT 002/RW 002, Desa Kadumangu, Kec. Babakan Madang, Kab. Bogor, Jawa Barat mengalami luka karena dugaan pemukulan oleh massa yang melakukan unjuk rasa. 

Massa diduga melakukan perusakan di area perusahaan. Manajemen PT Indobara Bahana, Didi telah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Bogor.

"Laporan kami diterima oleh Banit SPKT 1 - Aipda Ilham dengan No. LP/B/1242/VII/2024/SPKT/Polres/Polda Jawa Barat. Dengan laporan ini kami berharap para pihak yang melakukan pemukulan dan perusakan terhadap fasilitas perusahaan dapat ditindak secara hukum namun perusahaan tetap mengakomodir permintaan warga," jelas Didi dalam keterangan yang diterima media pada Minggu (14/7).

Menurut Didi, aksi ini terjadi pada Jumat (12/7) sekitar pukul 15:30 WIB. Massa menuntut kebutuhan pekerjaan untuk warga sekitar.

Baca juga : Bank Sampah Digital Pasok 90 Ton Karton Dan Kertas Bekas Ke IKPP Serang

"Kami dari pihak perusahaan di awal mempersilahkan warga setempat untuk melamar pekerjaan secara resmi ke pihak manajemen. Namun demikian warga yang melakukan perusakan pos jaga tersebut diketahui tidak penah melamar pekerjaan di PT Indobara Bahana dan tiba-tiba melakukan perusakan," kata Didi.

"Adapun barang-barang yang terdapat di pos jaga sebagian rusak seperti dispenser yang mengalami rusak parah, stop kontak listrik yang dirusak sehingga tidak bisa berfungsi serta hancurnya dua tempat sampah," papar Didi menambahkan.

Menurut Didi, aksi perusakan pos jaga di awali oleh berkumpulnya sejumlah massa di luar pintu gerbang PT Indobara Bahana. 

"Atas permintaan Bhabinkamtibmas maka gerbang dibuka dengan syarat tiga perwakilan massa yang diperbolehkan masuk," lanjut Didi menjelaskan.

Baca juga : Besok Diresmikan, Smelter Single-Line Terbesar Di Dunia

Ketika pintu dibuka, massa di luar merangsek masuk dan terjadilah aksi dugaan tindak anarkis berupa dugaan pemukulan terhadap petugas jaga inisial R serta perusakan terhadap berbagai fasilitas didalam pos jaga.

Sementara itu, salah seorang warga, Rijal, tokoh masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi perusahaan mengatakan mereka menuntut warganya menjadi pekerja di perusahaan.

Ada empat tuntutan yang diminta oleh warga dalam pertemuan dengan wakil perusahaan

"Kami meminta tenaga kerja, kuli bongkar muat serta kendaraan yang melintas menjadi perhatian perusahaan. Selain itu ada sebagian rumah warga yang retak akibat operasional di sekitar perusahaan," kata Rijal dalam keterangan yang diterima media.

Baca juga : PBB Resmi Masukkan Israel Ke Daftar Hitam

Rijal berharap pada Kamis (18/7) nanti, tuntutan warga kepada perusahaan dapat mencapai titik temu. Dia berjanji akan menjaga ketertiban di lingkungan sekitar. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.