Dark/Light Mode

Airlangga Minta Infrastruktur Industri Dan Sistem Distribusi Pupuk Dimodernisasi

Rabu, 14 Agustus 2024 11:09 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat mengunjungi PT Pupuk Kalimantan Timur, Selasa (13/8). Foto: Kemenko Perekonomian
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat mengunjungi PT Pupuk Kalimantan Timur, Selasa (13/8). Foto: Kemenko Perekonomian

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan dukungan pemerintah terhadap revitalisasi dan modernisasi infrastruktur industri pupuk melalui modernisasi. Karena industri pupuk memainkan peran krusial dalam mendukung ketahanan pangan dan ekonomi Indonesia. 

Untuk itu, Industri, lembaga penelitian, dan kementerian terkait diharapkan bisa berkolaborasi mengembangkan pupuk yang lebih efisien dan berkelanjutan. 

Kolaborasi ini bisa memperkuat upaya pemerintah menghadapi tantangan global seperti fluktuasi harga bahan baku dan perubahan iklim.

"Tidak ada revolusi pertanian tanpa pupuk. Makanan utama masyarakat Indonesia adalah beras, sehingga kita berhasil swasembada beras," ujar Airlangga saat Kunjungan Kerja ke PT Pupuk Kalimantan Timur, Selasa (13/8).

Baca juga : AEML: Insentif Pemerintah Untuk SPKLU, Percepat Infrastruktur Kendaraan Listrik

Sayangnya, pasca-reformasi, pembangunan pabrik pupuk dan turunannya relatif lebih lambat. Padahal, kata Airlangga, pembangunan sebuah pabrik adalah employment terbesar untuk masyarakat sekitar pada industri yang sifatnya capital intensive.

Menko Airlangga mengapresiasi peran penting Pupuk Kaltim, terutama dalam mendukung kebijakan pupuk nasional melalui pengembangan teknologi hijau atau green-energy yang ramah lingkungan. Kontribusi Pupuk Kaltim ini dinilai sangat berarti dalam pembangunan daerah dan nasional.

Ia menyoroti pentingnya distribusi pupuk yang tepat sasaran untuk pengembangan hortikultura, baru kemudian dari segi petrokimia. 

"Saya yakin kita akan bisa menjadi negara pertama di Asia Pasifik yang memproduksi green fertilizer terbesar," ungkapnya.

Baca juga : Gandeng Nestlé Indonesia, Hino Tegaskan Komitmen Keamanan Distribusi & Logistik

Airlangga memastikan, pengembangan green-fertilizer sesuai dengan rencana transisi energi. Karena menurutnya, sumber energi masa depan mengarah kepada hidrogen, meskipun Indonesia juga kuat dengan kemampuan ammonia. 

"Kekuatan ammonia itulah yang harus kita dorong karena di beberapa negara sudah menggunakan 20 persen ammonia untuk batu bara. Kombinasi ammonia dan carbon capture and storage akan membuat kita juga punya green energy," kata Menko Airlangga.

"Tujuan kita kan emisi menuju nol, bukan menghapus (sumber) energi kuat yang sudah ada di Indonesia. Nah, kemampuan luar biasa dari Grup Pupuk Indonesia harus dikapitalisasi ke depan," sambungnya.

Pemerintah telah menetapkan alokasi volume pupuk bersubsidi tahun 2024 sebesar 9,55 juta ton, naik dari alokasi awal 4,7 juta ton. Anggaran subsidi pupuk tahun 2024 juga ditambahkan menjadi Rp33,78 triliun. 

Baca juga : Minta Pungli Ambulans Diinvestigasi, Puan: Tak Boleh Terjadi Lagi

Pemerintah saat ini, sebutnya sedang berupaya meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam penyaluran pupuk bersubsidi. Di antaranya dengan mengadopsi teknologi digital untuk meningkatkan pengawasan distribusi dan penyaluran sampai ke petani agar tepat sasaran.

Salah satu upaya penting dalam hal ini yaitu mengintegrasikan data dan sistem dalam satu platform terintegrasi dan real-time. Misalkan integrasi data dan sistem Kementerian Pertanian dengan PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui aplikasi i-Pubers. Ke depannya, diharapkan juga dapat terintegrasi dengan data dan sistem perbankan dalam e-wallet.

"Saya rasa sistem digitalnya sudah lengkap. Tinggal (menjalankan) arahan Bapak Presiden untuk bagaimana piloting pupuk itu tepat sasaran,” pungkas Menko Airlangga," pungkas Menko Airlangga.

Kegiatan ini turut dihadiri Anggota DPR, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian, Tim Ahli Kemenko Perekonomian, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, dan Direktur Utama PT Pupuk Kaltim.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.