Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
FGD Economy Outlook 2025 Beri Catatan Target Ekonomi Prabowo-Gibran
Jumat, 16 Agustus 2024 08:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Tim Khusus Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Dirgayuza mengungkapkan rencana Presiden dan Wakil Presiden terpilih menargetkan pertumbuhan ekonomi 8 persen, atas pertimbangan matang agar bangsa ini tidak jatuh dalam middle income trap.
“Thailand sudah resmi masuk middle income class," ujar Dirgayuza Setiawan dalam sesi diskusi panel yang diselenggarakan oleh Tirto.id bekerja sama dengan Pranadipta Consulting di Hotel GranDhika Iskandarsyah, Selasa (13/8/2024).
Dirgayuza menegaskan, Indonesia memiliki waktu yang sangat singkat untuk tumbuh 8 persen. Target tersebut, sebagai langkah menuju pertumbuhan ekonomi untuk mengejar angka kemiskinan ekstrem di 0 persen dan angka kemiskinan nasional di bawah 6 persen.
Baca juga : Airlangga Ikut Berperan Di Kemenangan Prabowo-Gibran
"Dari rencana kerja Pemerintah, kita punya 320 Program Asta Cita, 17 program prioritas dan 8 program terbaik hasil cepat, yang mau Pak Prabowo kerjakan. Dari setiap program ini, kita berpikir berdasarkan peta tantangan, desain program, serta contohnya," tambahnya.
Pemaparan ini diamini ekonom senior, Ibrahim. Menurutnya, memungkinkan bagi Indonesia untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan. Namun, perlu ada pemenuhan beberapa aspek lebih dulu.
"Saya setuju bahwa kita tidak lagi berpikir apakah ini realistis atau tidak, tapi kita juga harus berpikir untuk mencapai itu. Bagaimana menggerakan A, K, L, S bersama-sama? Dan membagi peran antara pemerintah, swasta, dan segala teknologi lain yang tidak selalu mudah," kata Ibrahim.
Baca juga : 20 Oktober Malam, Prabowo Umumkan Menteri
Diketahui, diskusi ini berupaya menganalisa probabilitas tercapainya ambisi tersebut melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Membedah Realitas di Balik Target Ekonomi Prabowo-Gibran”.
Kegiatan ini, menghadirkan keynote speaker editor buku Strategi Transformasi Bangsa karya Prabowo Subianto, Dirgayuza Setiawan; teknokrat Indonesia & mantan Deputi Kementerian BUMN, Edwin Hidayat Abdullah; dan ekonom senior Indonesia Financial Group (IFG) & Peneliti Sekolah Kajian dan Strategis Global UI, Ibrahim Kholilul Rohman, serta panelis yang berasal dari lebih 20 institusi terkait. Diskusi terbagi menjadi lima grup.
Di antaranya, membahas tentang strategi pengelolaan utang negara. Salah satu kesimpulan dari kelompok ini adalah peningkatan rasio utang ke level 50 persen dari PDB diperlukan. Apalagi UU Keuangan Negara memungkinkan rasio utang hingga 60 persen dari PDB.
Baca juga : Amankan Munas & Perkuat Pemerintahan Prabowo-Gibran
Namun kenaikan ini harus disertai dengan beberapa syarat dan catatan. Kelompok lainnya, membahas pengentasan kemiskinan ekstrem mendekati 0 persen dan kemiskinan relatif di bawah 6 persen.
Catatannya, kemiskinan ekstrem yang perlu dituntaskan untuk mencapai target pertumbuhan memerlukan analisis lebih dari langkah-langkah yang sudah diambil.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya