Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Jokowi Dituduh Ingin 3 Periode, Budi Arie: Ini Keterlaluan, Tidak Berdasar
Jumat, 16 Agustus 2024 12:48 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Umum Ormas PROJO Budi Arie Setiadi membantah keras tuduhan yang menyebut Presiden Jokowi menginginkan masa jabatan tiga periode.
Dia bilang, tuduhan ini terus digulirkan lawan politik sejak menjelang Pemilu 2024, hingga saat ini atau dua bulan sebelum akhir masa jabatan Presiden Jokowi.
“Ini sudah keterlaluan. Tuduhan tidak berdasar. Tentu ada motif, yaitu mendiskreditkan Pak Jokowi yang sangat dicintai rakyat,“ kata Budi Arie, Jumat, (16/8/2024).
Ketum PROJO menjelaskan, Presiden Jokowi sudah berkali-kali menyatakan taat konstitusi, dan tidak menginginkan masa jabatan tiga periode.
Baca juga : Jokowi Dan Airlangga Pertemuan Empat Mata Di Istana Tadi Siang, Ini Yang Dibahas
Presiden menyebut masa jabatan presiden tiga periode adalah aspirasi sebagian masyarakat, bukan dari dirinya.
Budi Arie juga menuturkan, PROJO sebagai pendukung garis keras Jokowi, tegas menyatakan taat konstitusi perihal masa jabatan presiden.
Bahkan, PROJO menginisiasi Musyawarah Rakyat (Musra) bersama relawan lainnya untuk menjaring aspirasi rakyat tentang tokoh pelanjut Jokowi untuk periode 2024-2029. Musra untuk mencari penerus Jokowi tersebut dilakukan di seluruh Indonesia, mulai 28 Agustus 2022 sampai 14 Mei 2023.
Puncaknya, para relawan menyerahkan daftar calon pelanjut hasil penjaringan aspirasi rakyat kepada Presiden Jokowi.
Baca juga : Tokoh Pemuda Ingin Jokowi, Prabowo, Anies Bersatu Bangun Jakarta
“Ini salah satu bukti bahwa Pak Jokowi tidak mendorong masa jabatan presiden menjadi tiga periode. Ada jejak digitalnya, bisa dicek," ujar Budi Arie.
Dia yakin, rakyat Indonesia dewasa dalam berpikir dan bertindak. Terutama, dalam menanggapi serangan politik terhadap Jokowi.
Budi Arie menuturkan, rakyat merasakan kemajuan Indonesia dalam dua periode kepemimpinan Presiden Jokowi. Rakyat juga tidak akan lupa pada legacy atau warisan Presiden Jokowi selama 10 tahun menjabat.
Selanjutnya, kerja keras untuk rakyat akan dilanjutkan oleh Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada periode 2024-2029.
Baca juga : Resmi Didukung PDIP, Arif-Rista Ikuti Rakor Kesiapan Pilkada di Semarang
“Hentikan caci-maki dan mendiskreditkan Pak Jokowi. Rakyat sangat paham itu,“ ujar Budi Arie.
Budi Arie mengingatkan pentingnya persatuan dan kesatuan rakyat, terutama dalam Pilkada Serentak 2024 yang akan digelar November mendatang.
"Rakyat akan memilih sesuai hati nuraninya. Perbedaan pilihan kepala daerah jangan sampai memecah belah serta mengganggu kehidupan masyarakat," tegas Budi Arie.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya