Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Heboh Isu Megathrust, Ini 5 Poin Klarifikasi BMKG Dan Zona Rawan Di Pulau Jawa
Sabtu, 17 Agustus 2024 21:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kabar soal adanya potensi gempa di zona Megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut dalam beberapa hari belakangan ini bikin ketar-ketir publik. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) angkat bicara, memberikan klarifikasi agar masyarakat tidak salah paham.
Yang terbaru, pernyataan Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono di platform X. Ia mengatakan bahwa kabar soal potensi gempa kuat ini didasari pada zona seismic-gab hasil kajian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Kajian ini sebetulnya sudah lama, sebelum tsunami Aceh, tahun 2004 silam.
"Saya hanya memverifikasi dengan data gempa saja, dan ternyata terbukti ada kaitan antara penandaan Tim LIPI dengan kejadian gempa kuat. Saya hanya meyakinkan teman-teman yang masih meragukan konsep seismic-gap," tulisnya di akun X @DaryonoBMKG, Sabtu (17/8).
Untuk diketahui, seismic-gab adalah zona kekosongan gempa besar. Akan tetapi, kekosongan gempa itu justru masih menyimpan potensi gempa di masa depan. Rentang waktu kekosongan hingga gempa besar terjadi, biasanya mencapai ratusan tahun.
Misalnya gempa besar terakhir di Selat Sunda, yang terjadi pada tahun 1757 dengan usia seismic-gap 267 tahun. Sedangkan gempa besar terakhir di Mentawai-Siberut terjadi pada tahun 1797 dengan usia seismic gap 227 tahun.
Namun, Daryono tidak bisa memprediksi secara pasti kapan gempa besar tersebut akan kembali terulang. Yang jelas, kata Daryono di cuitan sebelumnya, Rabu (14/8), maksud dari tinggal menunggu waktu yang disampaikannya bukan berarti akan segera terjadi dalam waktu dekat.
"Karena kejadian gempa memang belum dapat diprediksi, sehingga kami pun tidak tahu kapan akan terjadi," cuitnya.
"Kami katakan menunggu waktu, hal itu karena segmen-segmen sumber gempa di sekitarnya sudah release (tinggal segmen tersebut yang belum lepas)," lanjutnya.
Ia menjelaskan bahwa pembahasan soal potensi gempa di zona megathrust bukanlah peringatan dini, yang menandakan bahwa gempa akan segera terjadi dalam waktu dekat.
"Tidak demikian," tegasnya.
Berikut ini beberapa poin klarifikasi BMKG, terkait kabar zona Megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut:
Baca juga : Depok Cerah Berawan, Info BMKG Ingatkan Potensi Hujan Ringan Malam Nanti
1. Potensi gempa besar di dua zona megathrust tersebut sudah dibahas sejak sebelum terjadi Gempa dan Tsunami Aceh 2004.
2. Pembahasan soal dua zona megathrust ini bukanlah bentuk peringatan dini.
3. Pemerintah dan masyarakat diminta mewaspadai seismic-gap sebagai upaya mitigasi bencana.
4. Zona megathrust Mentawai-Siberut sudah ratusan tahun belum terjadi gempa besar
5. Pembahasan potensi gempa di zona Megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut tidak terkait langsung dengan peristiwa gempa kuat Magnitudo (M) 7,1 di Tunjaman Nankai, Jepang.
Selain dua zona megathrust tersebut, ada sejumlah zona megathrust lain yang menjadi titik rawan di Pulau Jawa dari selatan. Gempa akibat pelepasan energi besar dari area ini bisa memicu tsunami.
Berikut daftarnya:
1. Megathrust Bali
- Potensi Magnitudo maksimum: 9,0
- Pergeseran per tahun: 4 cm
- Dimensi: panjang 500 km, lebar 200 km
Baca juga : Hensat Prediksi Peluang Anies Di Pilgub Jakarta
- Sejarah gempa: belum ada catatan
2. Megathrust Jateng-Jatim
- Potensi Magnitudo maksimum: 8,9
- Pergeseran per tahun: 4 cm
- Dimensi: panjang 440 km, lebar 200 km
- Sejarah gempa: M 7,2 pada 1916; M 7,8 pada 1994
3. Megathrust Selat Sunda-Banten
- Potensi Magnitudo maksimum: 8,8
- Pergeseran per tahun: 4 cm
Baca juga : Cuaca Depok Hari Ini 28 Juni, Info BMKG: Siang Hujan, Bawa Payung Sebelum Jalan
- Dimensi: panjang 280 km, lebar 200 km
- Sejarah gempa: Magnitudo 8,5 pada 1699 dan 1780
4. Megathrust Jawa Barat
- Potensi Magnitudo maksimum: 8,8
- Pergeseran per tahun: 4 cm
- Dimensi: panjang 320 km, lebar 200 km
- Sejarah gempa: M 8,1 pada 1903; M 7,8 pada 2006
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya