Dark/Light Mode

HUT RI Di IKN Aman Dan Lancar, Keluarga Korban Bom Samarinda Apresiasi BNPT

Kamis, 22 Agustus 2024 19:31 WIB
Sarina Gultom, ibu dari Trinity Hutahaean (11 tahun), salah satu korban selamat peristiwa Bom Gereja Samarinda bersama keluarga. Foto: Istimewa
Sarina Gultom, ibu dari Trinity Hutahaean (11 tahun), salah satu korban selamat peristiwa Bom Gereja Samarinda bersama keluarga. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, 17 Agustus 2024 berjalan lancar. Tidak ada gangguan keamanan dan ketertiban. Acara pun berlangsung dengan penuh hikmat.

Berbagai upaya pengamanan acara itu yang dilakukan pemerintah melalui lembaga-lembaga seperti Kepolisian RI (Polri), Tentara Nasional Indonesia (TNI), hingga Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mendapat apresiasi dari keluarga korban Bom Gereja Samarinda 2016.

"Pengamanan yang dilakukan aparat Polri, TNI, dan BNPT sangat baik. Dengan demikian, acaranya juga berjalan dengan baik. Semuanya terlindungi dan semuanya aman," kata Sarina Gultom, ibu dari Trinity Hutahaean (11 tahun), salah satu korban selamat peristiwa Bom Gereja Samarinda dalam keterangannya, Kamis (22/8/2024).

Baca juga : Upacara HUT RI di IKN, Menag Doakan Nusantara Baru Indonesia Maju Terwujud

Sarina mengapresiasi keterlibatan BNPT dalam mengamankan peringatan HUT RI di IKN. Sebab, menurutnya, ancaman terorisme bisa terjadi di mana saja dan kapan saja sehingga perlu langkah pencegahan dan pengawasan ketat untuk mengantisipasi hal tersebut. Termasuk di wilayah IKN dan Kalimantan secara umum.

"Saya rasa keterlibatan BNPT sangat bagus sekali dan sebaiknya memang ada BNPT dalam pengamanan setiap acara. Karena memang harus ada pengawasan terhadap teroris dan jangan sampai sedikit pun kita lengah. Kami sebagai orang yang punya trauma terhadap aksi terorisme sangat mendukung langkah-langkah pengamanan yang dilakukan BNPT," ujar Sarina.

Lebih lanjut Sarina menyatakan masyarakat Kalimantan Timur sangat senang dan bangga karena peringatan HUT ke-79 RI bisa dilaksanakan di IKN. Apalagi, ada perwakilan tokoh masyarakat dan tokoh adat Kalimantan Timur yang diundang mengikuti acara itu.

Baca juga : HUT Ke-67, LAN Berikan Penghargaan Bagi Stakeholders Berprestasi

Menurutnya, acara tersebut menjadi semacam simbol bahwa pembangunan IKN akan terus berlanjut.

"Acara HUT RI itu menjadi tanda bahwa IKN akan benar-benar terealisasi dan rencana Pemerintah untuk IKN akan benar-benar terwujud. Kami sebagai masyarakat sangat berharap pembangunan IKN berjalan dengan lancar ke depannya karena tentunya IKN akan berdampak sangat positif terhadap ekonomi masyarakat," ucap Sarina, yang juga warga Samarinda, Kalimantan Timur, ini.

Seperti diketahui, aksi pelemparan bom molotov terjadi di depan Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur, pada 13 November 2016 lalu. Aksi teror bom itu membuat empat anak terluka, yakni Trinity Hutahaean, Alvaro Aurelius Tristan Sinaga (8 tahun), Anita Kristobel (6 tahun), dan Intan Olivia Banjarnahor (2,5 tahun).

Baca juga : Top, BRI Borong 4 Penghargaan di Malam Apresiasi Emiten 2024

Intan meninggal dunia setelah sempat dirawat di rumah sakit. Adapun tiga anak lainnya mengalami luka bakar cukup parah, termasuk Trinity yang menderita luka bakar lebih dari setengah tubuhnya.

Pelaku aksi keji tersebut adalah Juhanda alias Jo, anggota kelompok radikal Jamaah Asharut Daulah (JAD) Kalimantan Timur. Juhanda divonis penjara seumur hidup akibat perbuatannya itu.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.