Dark/Light Mode

Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Gunungkidul M5,5 Terjadi Akibat Deformasi Batuan Di Bidang Megathrust

Senin, 26 Agustus 2024 21:24 WIB
Pusat gempa Gunungkidul M5,5 pada Senin (26/8/2024) pukul 19.58.42 WIB berada di bidang kontak antar lempeng (megathrust). (Foto: X/@DaryonoBMKG)
Pusat gempa Gunungkidul M5,5 pada Senin (26/8/2024) pukul 19.58.42 WIB berada di bidang kontak antar lempeng (megathrust). (Foto: X/@DaryonoBMKG)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami, Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono menjelaskan soal gempa tektonik bermagnitudo 5,5 yang mengguncang Samudera Hindia, di wilayah selatan Gunungkidul pada Senin (26/8/2024) pukul 19.58.42 WIB.

Daryono menyebut, gempa tersebut berlokasi di laut pada jarak 107 km arah barat daya Gunungkidul, dengan kedalaman 42 km.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalamannya, gempa selatan Gunungkidul M5,5 merupakan jenis gempa dangkal akibat deformasi batuan di bidang kontak antar lempeng (megathrust). Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme naik (thrust)," jelas Daryono.

Baca juga : Bertemu Delegasi Jepang, AMPI Bahas Kerja Sama di Bidang Kepemudaan

Gempa Gunungkidul M5,5 dirasakan di Sleman, Yogyakarta, Kulonprogo dan Bantul dengan skala intensitas III-IV MMI , di Karangkates, Malang, Pacitan, Nganjuk, Trenggalek, Madiun, Kediri, Blitar, Cilacap, Banyumas, Solo, Surakarta dan Klaten dengan skala intensitas II-III MMI.

Dalam skala MMI IV, jika terjadi pada siang hari, gempa dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

Sementara dalam gempa skala MMI III, getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

Baca juga : Pertamina NRE Kembangkan Energi Terbarukan Di Bangladesh

Sedangkan skala MMI II, getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Tidak Berpotensi Tsunami

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa Gunungkidul M5,5 pada malam ini, tidak berpotensi tsunami.

Gempa Susulan

Hingga pukul 20.45 WIB, hasil monitoring BMKG untuk gempa Gunungkidul M5,5 menunjukkan telah terjadi 11 kali aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M4,0 dan magnitudo terkecil M2,6.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.