Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sambut Kedatangan
Menag Harap, Paus Saksikan Keberagamaan Indonesia Terpelihara Baik
Selasa, 3 September 2024 14:15 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyambut kedatangan Paus Fransiskus di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (3/9/2024) siang. Pesawat yang membawa Paus mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, pukul 11.26 WIB.
Dalam penyambutan ini, hadir juga Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo, Ketua Panitia Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia Ignasius Jonan, dan sejumlah pejabat Eselon I Kementerian Agama.
"Ini kunjungan apostolik terpanjang dari beliau, mulai dari Indonesia, Papua Nugini, kemudian Timor Leste, dan Singapura," ujar Menag.
Baca juga : Prof Nasaruddin: Kunjungan Paus Perkuat Dialog Antaragama Di Indonesia
Menag menyampaikan, kunjungan ini harus dimaknai sebagai keinginan untuk membangun perdamaian. Menag mengajak masyarakat Indonesia untuk dapat menunjukkan persatuan dan kesatuan, sikap saling memahami, dan saling pengertian.
"Kami berharap beliau menyaksikan bagaimana keberagaman di Indonesia itu bisa terpelihara dengan baik," ucap pria yang akrab disapa Gus Men ini.
Dia juga menyampaikan pesan dari Paus tentang pentingnya menjaga dialog antariman. Sebab, dialog antariman itu menjadi kunci bagi toleransi dan perdamaian dunia.
Baca juga : Setelah Saling Sanjung di Senayan, Jokowi-Prabowo Lanjutkan Kemesraan di Bali
"Acara di Istiqlal nanti juga penting. Setelah pertemuan dengan Presiden, beliau akan melanjutkan di Istiqlal, ada acara Interfaith Dialogue. Saya kira ini manifestasi dari yang tadi beliau ucapkan, bahwa dialog itu menjadi kunci utama bagi sukses perdamaian, bukan hanya dunia, tapi antarumat manusia," jelas Gus Men.
Menag juga memuji kesederhanaan Paus yang lebih memilih kendaraan yang sederhana, bukan kendaraan mewah. Termasuk tidak menginap di hotel mewah, tapi di Kedutaan Vatikan.
"Beliau ini pimpinan Takhta Suci Vatikan, pemimpin negara dan pemimpin umat. Dengan kesederhananya, beliau tunjukkan bagaimana beliau memilih kendaraan pun dengan cara yang sangat sederhana, dan ini patut untuk dicontoh," puji Gus Men.
Baca juga : Jokowi Pastikan, Komitmen Kerja Sama lndonesia-Afrika Terus Berlanjut
Kunjungan apostolik Paus Fransiskus ke Indonesia ini, kata Gus Men, merupakan sebuah kebanggaan. Sebelumnya, Paus Paulus ke-6 juga telah mengunjungi Indonesia pada 1970, dan Paus Johannes Paulus ke-2 pada 1989.
"Yang paling penting menurut saya dari semua proses ini adalah mempererat hubungan antara Indonesia dan Vatikan," tandas Gus Men.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya