Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pengamanan PON XXI: BNPT-Pemprov Aceh Satukan Persepsi Hadapi Radikal Terorisme
Rabu, 11 September 2024 14:46 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Setelah pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui Kedeputian I, terus meningkatkan upaya pengamanan guna menjamin kelancaran dan keamanan ajang olahraga terbesar di Indonesia tersebut. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah melakukan audiensi dengan Penjabat (Pj) Gubernur Aceh Safrizal ZA, di Pendopo Gubernur Aceh, Baiturrahman, Banda Aceh, Selasa (10/9/2024).
Audiensi ini dihadiri sejumlah pejabat utama dari BNPT dan Pemerintah Aceh. Audiensi dipimpin Deputi I BNPT Mayjen TNI Roedy Widodo, dengan didampingi Direktur Pencegahan Prof Irfan Idris, Kasubdit Binmas Kolonel Pas Sujatmiko, dan Kasubdit Pengawasan Ahadi Wijayanto. Dari Pemprov Aceh hadir Pj Gubernur Aceh Safrizal ZA, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Aceh Dedy Yuswadi, serta perwakilan dari Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Aceh dan Duta Damai Aceh.
Dalam sambutannya, Roedy Widodo menyampaikan, BNPT memiliki tanggung jawab untuk menjalankan mandat Keputusan Presiden (Keppres) terkait pengamanan PON 2024. BNPT bekerja sama dengan Pangdam dan Kapolda Aceh serta Sumatera Utara dalam pengawalan dan pengamanan PON.
“Kami hadir di Aceh untuk memastikan PON XXI berjalan aman dan lancar. BNPT, bersama Deputi I dan II, bekerja di bawah koordinasi Pangdam dan Kapolda, serta mengantisipasi beberapa isu yang berkembang di masyarakat menjelang pelaksanaan PON,” jelas Roedy, seperti keterangan yang diterima redaksi, Rabu (11/9/2024).
Roedy memaparkan tiga komponen utama dalam upaya pencegahan terorisme yang dilaksanakan BNPT. Yaitu kesiapsiagaan nasional, kontra radikalisasi, dan deradikalisasi.
Baca juga : Dukung Penyelenggaraan PON XXI Aceh, BSI Hadirkan Layanan Keuangan Optimal
Dalam konteks kesiapsiagaan nasional, BNPT menginisiasi pembentukan Duta Damai di setiap daerah, termasuk di Aceh. “Mereka adalah agen-agen perubahan yang membantu kami menjaga stabilitas keamanan dan membangun kesadaran publik terkait ancaman radikalisme,” ujar Roedy.
Selain itu, BNPT juga menggulirkan program kontra radikalisasi dengan menginisiasi Sekolah Damai dan Kampus Kebangsaan yang berbasis nilai-nilai kebangsaan, baik di sekolah-sekolah umum maupun lembaga pendidikan agama.
BNPT ingin memastikan generasi muda memahami pentingnya persatuan dan kedamaian. “Dengan adanya Sekolah Damai dan Kampus Kebangsaan, kami berharap mampu menanamkan pemahaman yang kuat mengenai semangat kebangsaan kepada generasi penerus,” lanjutnya.
Roedy juga menyoroti keterlibatan eks narapidana teroris dalam proses reintegrasi sosial sebagai bagian dari program deradikalisasi. Beberapa di antaranya adalah lulusan dari Lapas Pasir Putih Nusakambangan, yang menunjukkan perubahan positif dan komitmen terhadap perdamaian.
Sebelum pembukaan PON pada 9 September 2024, BNPT mengumpulkan lebih dari 73 eks narapidana teroris, deportan, dan returnis yang tersebar di Aceh. “Mereka kami anggap sebagai mitra dalam program deradikalisasi, dan sebagian besar dari mereka telah kooperatif dan kembali berintegrasi ke NKRI,” jelas Roedy.
Baca juga : Klasemen PON XXI Sementara, Riau Puncaki Perolehan Medali, Tuan Rumah Urutan 4
Dia lalu menyinggung isu-isu radikalisme yang berkembang di media sosial, terutama terkait dengan narasi yang menganggap PON sebagai bagian dari kegiatan yang bertentangan dengan ideologi tertentu. Menurutnya, ada banyak narasi yang beredar di media sosial yang menganggap PON ini sebagai kegiatan thagut.
Roedy menjelaskan, pengamanan untuk PON dilakukan melalui tiga tahapan utama yang telah dirancang dengan detail. Tahap pertama, yaitu tahap persiapan yang telah dimulai dengan pendirian Posko Utama. Posko ini berfungsi sebagai pusat koordinasi semua persiapan, baik secara online maupun offline, guna memastikan seluruh aspek operasi pengamanan berjalan lancar.
“Tahap persiapan ini mencakup perancangan segala kebutuhan operasional, mulai dari siapa yang akan diperbantukan hingga apa saja yang harus dilakukan oleh tim pengamanan di lapangan,” ungkap Roedy.
Posko ini juga menjadi tempat di mana BNPT bekerja sama dengan berbagai instansi terkait, termasuk TNI dan Polri, serta kementerian dan lembaga pemerintah lainnya, untuk memetakan strategi pengamanan yang komprehensif.
Tahap kedua adalah tahap pelaksanaan. BNPT akan bergabung dengan satuan tugas pengamanan yang dipimpin oleh Panglima Kodam Iskandar Muda sebagai koordinator satgas dan didukung Kapolda Aceh sebagai wakil koordinator satgas. Dalam struktur ini, BNPT diperbantukan sebagai bagian dari satuan tugas yang meliputi berbagai unit fungsional, termasuk satuan tugas intelijen, kontra propaganda, pengawasan, dan deradikalisasi.
“Kolaborasi ini sesuai dengan Keppres Nomor 24 Tahun 2024, yang BNPT diberikan mandat untuk melaksanakan pengawalan terhadap penyelenggaraan PON XXI Aceh-Sumut,” sambungnya.
Baca juga : OJK Beri Penghargaan PNM Program Literasi Keuangan Terbaik
BNPT juga membentuk satuan tugas khusus untuk melakukan assesement terhadap lingkungan dan objek vital nasional yang menjadi lokasi kegiatan PON, serta pegawai dengan tugas-tugas risiko tinggi yang terlibat dalam pelaksanaan acara tersebut. Menurut Roedy, tim ini dilengkapi dengan dukungan dari administrasi satuan tugas keprotokolan dan satuan tugas pendukung lainnya.
Tahap ketiga dari proses ini adalah tahap pengakhiran. BNPT akan melakukan evaluasi dan konsolidasi bersama semua pihak yang terlibat, termasuk TNI, Polri, kementerian, lembaga terkait, serta tuan rumah Aceh dan Sumatera Utara.
“Tahap ini tidak hanya bertujuan untuk meninjau kembali efektivitas pengamanan yang sudah dilakukan, tetapi juga untuk memperkuat silaturahmi dengan semua instansi yang terlibat,” tambah jenderal bintang dua itu.
Pj Gubernur Aceh Safrizal ZA mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan BNPT dalam menjaga keamanan dan mencegah potensi gangguan selama PON berlangsung.
“Kami menyambut baik kedatangan BNPT di Aceh. Saya memiliki keresahan yang sama soal aksi teror. Kita harus terus mengikuti tren serta perkembangan kelompok berbahaya itu agar suasana damai yang sudah terjalin lama di Aceh ini dapat dipertahankan,” kata Safrizal.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya