Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Jadi Korban TPPO Di Myanmar
Mendesak! Selamatkan 11 WNI
Minggu, 15 September 2024 07:25 WIB
Sebelumnya
Melalui keterangan resminya, Kemlu juga mengaku sudah memonitor laporan dan video-video yang memperlihatkan WNI tengah disekap dan disiksa di Myawaddy, Myanmar. Diduga kuat, para WNI tersebut berada di Hpa Lu, wilayah terpencil di Myawaddy, Myanmar. Wilayah itu merupakan lokasi konflik bersenjata dan saat ini dikuasai pihak pemberontak.
Menurut Kemlu, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Yangon tengah menindaklanjuti laporan, serta melakukan koordinasi dan komunikasi dengan otoritas Myanmar. KBRI juga telah melakukan komunikasi informal ke jejaring di Myawaddy.
“Kemlu mengimbau para WNI berhati-hati dan waspada atas tawaran kerja di luar negeri, yang tidak dilengkapi visa kerja resmi dan tidak menandatangani kontrak sebelum berangkat. Para WNI harus meminta informasi dan prosedur resmi bekerja ke luar negeri melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), BP2MI atau Dinas Tenaga Kerja setempat,” tulis KBRI Yangon di website kemlu.go.id.
Baca juga : Tok, Bawaslu Kendal Tolak Gugatan Dico-Ali
Penyanderaan 11 WNI korban TPPO di Myanmar juga menjadi pembahasan netizen di media sosial X. “Hati-hati dengan tawaran kerja ke luar negeri. Kalau ada tawaran gaji Rp 150 juta, itu posisi apa, skillnya apa, jangan gampang tergiur tawaran yang terlalu indah,” cuit akun @bayuobaja.
Akun @ModeonSuanggi menyatakan, upaya penyelamatan WNI di Myanmar perlu tindakan cepat. Pasalnya, kasus TPPO yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, biasanya menjadi sorotan dunia internasional.
“Jangan fokus pada isu negara lain. Fokus pada isu WNI yang jadi korban TPPO di luar negeri. Bila kasus ini dibiarkan, ujung-ujungnya saling lempar tanggung jawab. Kita akan lebih malu, karena masalah seperti ini biasanya jadi sorotan dunia internasional,” tulisnya.
Baca juga : Tunjangan Para Diplomat Dapat Perhatian Senayan
Akun @smokineverydaaayzz menilai, selain fokus menyelamatkan para korban, Pemerintah harus menutup gerbang-gerbang yang biasa dilakukan pelaku TPPO.
“Lamaran kerja di luar negeri banyak banget di facebook. Jadi, jangan hanya fokus pada upaya penyelamatannya saja. Tutup semua gerbang yang selama ini menjadi jalur TPPO,” pintanya.
Sementara akun @broone33 meminta, Pemerintahan membentuk satuan tugas (satgas) untuk memberantas kasus TPPO. “Ini tugas berat bagi Prabowo-Gibran. Ke depan, kira perlu satgas, karena perdagangan orang semakin banyak modusnya,” tandasnya.
Baca juga : Bahlil: Orang Seperti Saya Jangan Dikasih BBM Subsidi
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Minggu, 15 September 2024 dengan judul Jadi Korban TPPO Di Myanmar, Mendesak! Selamatkan 11 WNI
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya