Dark/Light Mode

Tes Wawancara Capim KPK

Pahala Ingin Usut Big Fish, Tanak Jelaskan Soal Etik

Kamis, 19 September 2024 06:10 WIB
Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan menjalani tes wawancara capim KPK di Kemensetneg, Rabu (18/9/2024). (Foto: Mohammad Wahyudin/RM)
Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan menjalani tes wawancara capim KPK di Kemensetneg, Rabu (18/9/2024). (Foto: Mohammad Wahyudin/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Deputi Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Pahala Nainggolan ingin lembaganya kembali mengedepankan penindakan dan menyasar kasus-kasus big fish.

Hal itu ditekankannya saat tes wawancara seleksi calon pimpi­nan KPK (capim) sesi kedua di Kementerian Sekretariat Negara, Rabu, 18 September 2024.

Menurut Pahala, KPK iden­tik dengan penindakan kasus-kasus korupsi. Kasus yang ditangani punhanya yang besar atau big fish.

Pengungkapan kasus itu bisa dilakukan lewat Operasi Tangkap Tangan (OTT). KPK beberapa kali membongkar kasus big fish lewat operasi senyap ini.

Baca juga : Nikita Mirzani, Anak Dipaksa Aborsi Oleh Vadel Badjideh

“Sedangkan kasus kecil, dapat diserahkan ke APH (aparat penegak hukum) lain,” kata Pahala.

Lantaran itu, KPK perlu bers­inergi dengan APH lain yakni ke­polisian dan kejaksaan. Apalagi KPK memiliki kewenangan untuk melakukan supervisi terhadap perkara-perkara yang ditangani APH lain.

Untuk mendukung fungsi penindakan, KPK perlu merekrut ahli yang bisa menunjang penyidikan korupsi. Misalnya, ahli perbankan dan ahli asuransi.

Selama ini, KPK mendatangi ahli untuk mengajari personel di bidang penindakan. Hal ini membuat penyidikan memakan waktu lama.

Baca juga : APBN 2025 Diketok DPR: Penerimaan 3.000 T, Belanjanya 3.600 T

Mantan Ketua KPK Taufiequrachman Ruki yang menjadi anggota panelis menyinggung kontribusi Pahala atas kemun­duran lembaga ini. Pahala telah sembilan tahun berada di KPK.

Pahala menyatakan perannya minim atas kerusakan KPK karena bukan menjabat pimpinan. Meski begitu, secara moral ia turut bertanggung jawab.

Dengan keikutsertaannya dalamseleksi capim KPK, ia ingin memperbaiki lembaga ini. Ada beberapa aspek yang hendak dibenahi.

Pertama, memperbaiki sum­ber daya manusia (SDM) KPK. Menurutnya, transisi pegawai KPK menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) tidak jelas arahnya. Pegawai KPK harus benar-benar miliki kompetensi atau ahli. Selain itu berintegritas.

Baca juga : Nebeng Private Jet Milik Mr. Y, Kaesang Minta Nasihat KPK

Kedua, meningkatkan teknologidata dan informasi agar lebih canggih. Menurut Pahala, teknologi yang ada di KPK saat ini sudah ketinggalan zaman. Bahkan, ia menganggap mundur 9 tahun ke belakang.

Adapun untuk fungsi pencegahan, Pahala ingin menempatkannya di posisi paling akhir dalam upayanya membenahi KPK.

Pahala ingin pimpinan KPK mendorong pelaksanaan reko­mendasi pencegahan korupsi di kementerian atau lembaga.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.