Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tes Wawancara Capim KPK
Pahala Ingin Usut Big Fish, Tanak Jelaskan Soal Etik
Kamis, 19 September 2024 06:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Deputi Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Pahala Nainggolan ingin lembaganya kembali mengedepankan penindakan dan menyasar kasus-kasus big fish.
Hal itu ditekankannya saat tes wawancara seleksi calon pimpinan KPK (capim) sesi kedua di Kementerian Sekretariat Negara, Rabu, 18 September 2024.
Menurut Pahala, KPK identik dengan penindakan kasus-kasus korupsi. Kasus yang ditangani punhanya yang besar atau big fish.
Pengungkapan kasus itu bisa dilakukan lewat Operasi Tangkap Tangan (OTT). KPK beberapa kali membongkar kasus big fish lewat operasi senyap ini.
Baca juga : Nikita Mirzani, Anak Dipaksa Aborsi Oleh Vadel Badjideh
“Sedangkan kasus kecil, dapat diserahkan ke APH (aparat penegak hukum) lain,” kata Pahala.
Lantaran itu, KPK perlu bersinergi dengan APH lain yakni kepolisian dan kejaksaan. Apalagi KPK memiliki kewenangan untuk melakukan supervisi terhadap perkara-perkara yang ditangani APH lain.
Untuk mendukung fungsi penindakan, KPK perlu merekrut ahli yang bisa menunjang penyidikan korupsi. Misalnya, ahli perbankan dan ahli asuransi.
Selama ini, KPK mendatangi ahli untuk mengajari personel di bidang penindakan. Hal ini membuat penyidikan memakan waktu lama.
Baca juga : APBN 2025 Diketok DPR: Penerimaan 3.000 T, Belanjanya 3.600 T
Mantan Ketua KPK Taufiequrachman Ruki yang menjadi anggota panelis menyinggung kontribusi Pahala atas kemunduran lembaga ini. Pahala telah sembilan tahun berada di KPK.
Pahala menyatakan perannya minim atas kerusakan KPK karena bukan menjabat pimpinan. Meski begitu, secara moral ia turut bertanggung jawab.
Dengan keikutsertaannya dalamseleksi capim KPK, ia ingin memperbaiki lembaga ini. Ada beberapa aspek yang hendak dibenahi.
Pertama, memperbaiki sumber daya manusia (SDM) KPK. Menurutnya, transisi pegawai KPK menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) tidak jelas arahnya. Pegawai KPK harus benar-benar miliki kompetensi atau ahli. Selain itu berintegritas.
Baca juga : Nebeng Private Jet Milik Mr. Y, Kaesang Minta Nasihat KPK
Kedua, meningkatkan teknologidata dan informasi agar lebih canggih. Menurut Pahala, teknologi yang ada di KPK saat ini sudah ketinggalan zaman. Bahkan, ia menganggap mundur 9 tahun ke belakang.
Adapun untuk fungsi pencegahan, Pahala ingin menempatkannya di posisi paling akhir dalam upayanya membenahi KPK.
Pahala ingin pimpinan KPK mendorong pelaksanaan rekomendasi pencegahan korupsi di kementerian atau lembaga.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya