Dark/Light Mode

Masih Kumpulkan Data-data

KPK Terus Geber Penuntasan Kasus Fraud Di 3 Rumah Sakit

Minggu, 22 September 2024 06:10 WIB
Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika Sugiarto. (Foto: KPK)
Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika Sugiarto. (Foto: KPK)

 Sebelumnya 
Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata pada sambutannya di Pertemuan Nasional Fasilitas Kesehatan BPJS Kesehatan Tahun 2024 mengemukakan, dana yang dikeluarkan menopang pelayanan faskes mencapai Rp 150 triliun.

KPK masih menemukan se­jumlah kelemahan atau fraud. “Kerugian dari fraud di bidang kesehatan adalah 10 persen dari pengeluaran untuk kesehatan masyarakat, sekitar Rp 20 triliun secara nominal,” ujarnya.

Selain phantom billing, fraud lainnya yang terjadi antara lain memanipulasi data peserta serta melakukan pemanfaatan layanan yang tidak diperlukan untuk mengambil keuntungan.

Baca juga : Nggak Ngeyel Soal Kursi Menteri, Partai Koalisi Pasrahkan Jatah

Dicontohkan, terdapat tinda­kan medis yang berlebihan atau pemberian obat-obatan yang tidak diperlukan.

Untuk itu KPK terus melakukanupaya pencegahan melalui pembangunan ekosistem yang berintegritas dengan stakeholder terkait.

“Saya menekankan, pemberantasan korupsi bukan tugas KPK saja, tapi tugas kita bersama. Hadirin semua tidak bisa tutup mata ketika tahu dilingkungan ada kecurangan, laporkan ke BPJS,” imbau Marwata.

Baca juga : Pramono & RK Saling Serang, Pilgub Jakarta Mulai Panas

Ia mengingatkan adanya Whistle Blower System (WBS) untuk mencegah fraud. “Kalau bisa diingatkan dan dicegah se­jak dini lebih baik,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti menyampaikan pentingnya sinergi antar pihak. Termasuk instansi pemerintah, fasilitas kesehatan, serta asosiasi organisasi profesi, untuk mendu­kung keberlanjutan dan pening­katan mutu program JKN.

Ia menyatakan, tahun 2024 merupakan momen yang tepat untuk melanjutkan transformasi mutu layanan. Terutama dalam memperluas akses layanan kesehatan.

Baca juga : Terbang Lagi ke Filipina, Prabowo Energinya Nggak Habis-habis

“Momen ini kami gunakan untuk mengapresiasi faskes yang sehat dan bebas dari korupsi,” katanya.

BPJS Kesehatan terus berkomitmen untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan melalui berbagai inovasi. Seperti simplifikasi administrasi layanan di fasilitas kesehatan serta adanya digitalisasi layanan melalui telekonsultasi, e-SEP, antrean online, dan i-Care JKN.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Minggu, 22 September 2024 dengan judul Masih Kumpulkan Data-data, KPK Terus Geber Penuntasan Kasus Fraud Di 3 Rumah Sakit

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.