Dark/Light Mode

Jumpa Di Acara Bloomberg, Luhut Tak Menyangka Biden Masih Ingat Pernah Teleponan

Senin, 30 September 2024 12:14 WIB
Presiden Amerika Serikat Joe Biden saat bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan di sela-sela acara Bloomberg, lima hari lalu. Foto: Instagram/luhut.pandjaitan
Presiden Amerika Serikat Joe Biden saat bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan di sela-sela acara Bloomberg, lima hari lalu. Foto: Instagram/luhut.pandjaitan

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, tak menyangka Presiden AS Joe Biden masih ingat percakapan via telepon yang melibatkan dirinya dan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu. 

Momen tak terduga ini terjadi ketika Michael Bloomberg memperkenalkan Biden kepada Luhut di sela acara Bloomberg Global Business Forum, lima hari lalu.

"Tak disangka ternyata beliau masih ingat," kenang Luhut dalam caption fotonya dengn Biden yang diposting di akun Instagram pribadinya @luhut.pandjaitan, Senin (30/9).

Tak berhenti di situ, Luhut juga membahas pertemuannya dengan Amos Hochstein, penasihat utama Biden, di White House. Mereka berdiskusi panjang soal transisi pemerintahan di Indonesia.

Baca juga : Hubungan China-RI Makin Kuat Dan Saling Percaya

Luhut memastikan transisi dari presiden Jokowi ke presiden terpilih Prabowo Subianto akan berjalan mulus. Terutama terkait kebijakan luar negeri yang tetap bersahabat di era Presiden terpilih. 

"Saya menyampaikan bahwa transisi akan berjalan dengan sangat baik sekali," tulisnya.

Karena, kata Luhut, keduanya saling mengenal dan saling mendukung satu dengan lainnya. Terutama berkaitan dengan kebijakan luar negeri. 

"Saya juga meyakinkan Amos bahwa foreign policy di era Presiden terpilih juga akan sama bersahabatnya dengan pemerintahan sebelumnya," tuturnya.

Baca juga : Tiba Di Brunei, Prabowo Bertemu Hassanal Bolkiah Bahas Pertahanan

Selain itu, Luhut juga menegaskan pentingnya peran Indonesia dalam mendorong pembangunan berkelanjutan dan aksi iklim global. Dalam Sidang Umum PBB di New York, Luhut mewakili Indonesia menandatangani nota kesepahaman dengan UNDP dan Tony Blair Institute for Global Change (TBI). 

"Ini adalah langkah penting dalam upaya kita menutup kesenjangan pembiayaan SDG dan aksi iklim di negara-negara berkembang," terang Luhut.

Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari inisiatif Global Blended Finance Alliance (GBFA) yang digagas Indonesia sejak Kepresidenan G20 dua tahun lalu. Langkah ini, menurut Luhut, menjadi bukti komitmen Indonesia sebagai kekuatan global dalam energi baru dan terbarukan.

"Saya yakin, kolaborasi ini akan membawa dampak nyata," tandasnya.

Baca juga : Budi Arie Tak Mau, Dinamika Pilkada Munculkan Disinformasi, Fitnah, Kekerasan

Luhut menambahkan bahwa Indonesia dan mitra global akan terus berada di garis depan untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.