Dark/Light Mode

IKA FH Usakti: Hargai Proses Pemilihan Dudy Purwagandhi sebagai Calon Menteri

Jumat, 18 Oktober 2024 17:01 WIB
Ketua IKA FH Usakti Sahala Siahaan (tengah). (Foto: Istimewa)
Ketua IKA FH Usakti Sahala Siahaan (tengah). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Trisakti (IKA FH Usakti) yang juga advokat senior Sahala Siahaan dengan tegas membantah opini menuding Dudy Purwagandhi sebagai calon menteri titipan. Sahala menegaskan, opini tersebut tidak berdasar, cenderung spekulatif, dan merugikan kredibilitas proses pemilihan menteri yang dilakukan Presiden terpilih Prabowo Subianto.

"Dugaan bahwa Dudy Purwagandhi adalah titipan dari pihak tertentu adalah hal yang keliru. Kita semuanya pasti paham bahwa Prabowo akan memilih menterinya berdasarkan kinerja, dedikasi, kemampuan untuk melayani kepentingan rakyat dan selaras dengan kemauan presiden," kata Sahala, dalam pernyataannya, Jumat (18/10/2024).

Baca juga : Gibran Hadiri Pembekalan Calon Menteri Di Hambalang

Sahala menerangkan, pemilihan calon menteri dari kalangan profesional merupakan tradisi yang baik. Di era Presiden Jokowi, ada beberapa tokoh-tokoh profesional dari berbagai latar belakang yang diangkat menjadi menteri. Mereka antara lain Ignasius Jonan dan Budi Karya Sumadi yang menjadi Menteri Perhubungan. Lalu ada Budi Gunadi Sadikin sebagai Menteri Kesehatan. Di tataran pejabat eselon I, ada nama Silmy Karim sebagai Dirjen Imigrasi.

“Mereka berhasil saat diberikan kepercayaan memimpin lembaga," terangnya.

Baca juga : Nunggu Panggilan Presiden Terpilih, Para Calon Menteri Deg-degan

Menurut Sahala, fokus utama dalam pemilihan menteri adalah kemampuan calon untuk membawa perubahan positif dan melayani kepentingan nasional. Ia yakin, Dudy Purwagandhi, jika terpilih, akan mampu menjalankan tugas tersebut dengan baik.

“Kita harus menghargai proses dan memberikan kesempatan bagi Dudy untuk membuktikan bahwa dia mampu menjadi menteri. Prabowo tidak akan mengambil keputusan yang didasari oleh kepentingan segelintir pihak, melainkan untuk kepentingan bangsa dan negara,” tegas Sahala.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.