Dark/Light Mode

Jika Mengalami Tindakan Kekerasan Seksual

Kaum Perempuan Harus Berani Lapor

Sabtu, 2 November 2024 07:25 WIB
Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono. (Foto: Instagram/ibasyudhoyono)
Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono. (Foto: Instagram/ibasyudhoyono)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kaum perempuan diharapkan berani bersuara dan melaporkan segala bentuk tindak kekerasan seksual yang dialami. Negara akan menjamin kemanan dan perlindungan mereka.

Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono menyatakan, peran aktif dan keberanian kaum hawa melaporkan tindak kekerasan yang dialaminya maupun kaum perempuan lain, sangat diperlukan untuk membantu aparat penegak hukum dan Pemerintah menindak tegas pelaku.

Politisi Partai Demokrat ini menegaskan, kaum perempuan tak perlu takut terhadap intimidasi maupun teror dari orang-orang yang berusaha menghalang-halangi pelaporan. Dia memastikan, negara akan menjamin perlindungan pelapor dan mengusut orang-orang yang melakukan intimidasi.

“Selain peran negara dan keamanan dalam setiap ruang publik dan privat, semua juga harus bisa speak up, waspada dan berani melapor,” ujar Ibas-sapaan Edhie Baskoro Yudhoyono, dalam webinar bersama Kongres Wanita Indonesia (Kowani) di Jakarta, Jumat (1/10/2024).

Baca juga : KPU Ingatkan Masyarakat Cermat Baca Hasil Survei

Dia menjelaskan perlindungan korban dan penindakan aksi kekerasan seksual telah diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Artinya, kaum perempuan telah mempunyai landasan hukum yang kuat untuk mendapat perlindungan dan kesamaan di mata hukum.

Selain itu, dalam konsep pembangunan, Pemerintah juga sangat memperhatikan kaum perempuan dari segi Sustainable Development Goals (SDGs) atau tujuan pembangunan berkelanjutan.

Dalam konsep SGDs, salah satu yang harus diperhatikan Pemerintah adalah kemakmuran dan kesetaraan hak dalam kehidupan.

Menurutnya, masyarakat, terkhusus kaum perempuan, bisa menggunakan konsep SGDs untuk mendorong Pemerintah memberikan pemenuhan hak terhadap perempuan.

Baca juga : DPR Bakal Lakukan Kajian

“Kami yakin, terpenuhinya kesetaraan hak perempuan di Indonesia akan ikut mengurangi kasus kekerasan seksual,” tuturnya.

Sementara, Ketua Umum Kowani Giwo Rubianto Wiyogo berharap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian lebih pada persoalan yang dihadapi perempuan dan anak di Indonesia.

Menurutnya, masalah perempuan dan anak merupakan isu serius dan membutuhkan perhatian mendalam.

“Mengabaikan isu ini, bisa berdampak jangka panjang pada perkembangan masyarakat secara keseluruhan,” ujar Giwo.

Baca juga : Madrasah Swasta DKI Digratiskan Juga Dong

Salah satu permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian, kata dia, upaya menekan angka stunting dan Angka Kematian Ibu (AKI) yang masih tinggi.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.