Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Hima Persis Apresiasi Bareskrim Polri Sukses Grebek Lab Klandestin Narkotika di Bali
Kamis, 21 November 2024 12:32 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Umum Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (PP Hima Persis), Ilham Nurhidayatullah, mengapresiasi Bareskrim Polri yang melakukan penggrebekan terhadap laboratorium klandestin narkotika, Selasa (18/11/2024). Laboratorium klandestin narkotika tersebut terletak di sebuah vila di Uluwatu, Jimbaran, Bali.
"Kami mengapresiasi penggrebekan tersebut. Apalagi yang digrebek itu laboratorium tempat pembuatan pil narkoba. Narkotika itu musuh bagi generasi muda. Tidak ada kata tolerir terhadap narkoba," tegas Ilham, Jumat (21/11/2024).
Ilham lalu meminta agar Polri menggunakan pasal ancaman pidana maksimal kepada para pelaku dan pemilik laboratorium klandestin narkotika tersebut. Sebab, produksi narkoba di lab tersebut bukan skala kecil lagi.
Baca juga : KPK Apresiasi Kemendagri Stop Bansos Sembako, Cegah Konflik Kepentingan Pilkada
"Melihat jumlah produksi narkoba yang cukup besar, yang tentu berefek pada jumlah korbannya. Kami berharap, pihak-pihak yang terlibat dalam kasus ini dapat dituntut dengan hukuman maksimal sebagaimana yang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika," ujar Ilham.
Sebelumnya, Selasa (19/11/2024), Bareskrim Polri menggerebek sebuah vila di kawasan Jimbaran, Kuta Selatan. Vila di Jalan Raya Uluwatu tersebut digunakan sebagai laboratorium klandestin narkotika, yang mampu memproduksi narkotika jenis hasis, ganja, dan sistem cartridge pod serta obat berbahaya jenis happy five.
Pengungkapan pabrik dan laboratorium klandestin di vila di Jimbaran tersebut adalah hasil operasi bersama atas arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada Satgas Penanggulangan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba Polri, Direktorat Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri dan Direktorat Interdiksi Narkotika Bea Cukai.
Baca juga : Hima Persis Apresiasi Kerja Keras Mabes Polri Sita Rp 78 M dari Judi Online
“Awalnya terdeteksi di Jalan Gatot Subroto, Denpasar, kemudian berpindah ke daerah Padangsambian, dan terakhir tim berhasil menemukan lokasi terakhir clandestine lab hasis dan happy five di sebuah vila di Jimbaran, Badung,” terang Kabareskrim Polri Komjen Wahyu Widada, didampingi Kasatgas P3GN Polri Irjen Asep Edi Suheri, dalam jumpa pers di lokasi penggerebekan, Selasa (19/11/2024).
Dia melanjutkan, laboratorium ini sudah beroperasi selama dua bulan. “Estimasi nilai barang bukti yang diproduksi, hasis padat, hasis cair dan pil happy five itu nilainya fantastis, mencapai Rp 1,5 triliun," kata Wahyu.
Operasi ini merupakan arahan Kapolri sebagai bentuk komitmen mendukung program kerja Asta Cita ke-7 yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dalam pemberantasan tindak pidana narkoba.
Baca juga : Prabowo Menunjukkan Keberanian Dan Patriotik
"Bapak Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo turut menginstruksikan kepada seluruh jajaran untuk terus berperang dan tuntaskan penanganan masalah narkoba dari semua lini dari hulu sampai dengan hilir," kata Wahyu, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (2/11/2024).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya