Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
OVO Berkolaborasi dengan PPATK dan Komdigi, Siap Berantas Judi Online
Kamis, 21 November 2024 23:01 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Visionet Internasional (OVO) berkolaborasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Memerangi Judi Online dan Kejahatan Baru Era ekonomi Digital 5.0”, di Jakarta, Selasa (19/11/2024). Peserta kegiatan ini berasal dari perwakilan industri keuangan dan lembaga pengawas dan pengatur (LPP).
Turut hadir memberikan Keynote Speech dalam acara tersebut, Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid dan Plt Deputi Bidang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Kemenko Polkam Brigjen Asep Jenal Ahmadi.
Dalam sambutan pembukaan, Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra mengatakan, pihaknya serius memberantas judi online di Indonesia. "OVO mendukung penuh dan bersinergi dengan pemerintah dan regulator, termasuk PPATK, Komdigi, BI, dan OJK, dalam memerangi judi online,” ucapnya, seperti keterangan yang diterima redaksi, Kamis (21/11/2024).
Baca juga : Mereduksi Politisasi Agama dengan Pancasila dan Moderasi Beragama
Dalam kegiatan itu, pihaknya meluncurkan GEBUK JUDOL (Gerakan Bareng Ungkap Judi Online). Caranya, melalui kolaborasi multi-stakeholder dan optimalisasi teknologi untuk melakukan patroli siber, mencegah, dan mendeteksi transaksi judi online. “Termasuk memblokir akun yang terkonfirmasi terkait judi online,” terang Karaniya.
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengatakan, seminar nasional ini merupakan rangkaian dari Gerakan Nasional 22 tahun Anti Pencucian Uang, Pencegahan Pendanaan Terorisme, serta Pencegahan Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (APUPPT dan PPPSPM)
“Fakta yang terjadi saat ini, transaksi yang digunakan untuk bermain judi online semakin kecil, namun jumlah pemainnya makin banyak. Sehingga akumulatif transaksi yang beredar terkait judi online semakin besar,” jelasnya.
Baca juga : Audiensi Dengan Komdigi, PB HMI Sampaikan Dukungan Berantas Judi Online
Judi online menjadi permasalahan serius yang dihadapi Indonesia. Tindak hanya merupakan tindakan kriminal, judi online juga berdampak negatif terhadap stabilitas ekonomi dan sosial masyarakat.
Berdasarkan data PPATK, pada 2023, perputaran uang terkait judi online mencapai Rp 327 triliun. Sedangkan di kuartal I-2024, perputarannya mencapai Rp 110 triliun. Hal yang lebih memprihatinkan adalah sebanyak 197.540 anak dengan rentang usia 11-19 tahun terlibat judi online dengan nilai transaksi Rp 293,4 miliar.
Untuk mengatasi masalah ini, Pemerintah telah membentuk Satgas Judi Online melalui Keputusan Presiden Nomor 21/2024. Pembentukan Satgas ini bertujuan untuk melakukan percepatan pemberantasan kegiatan perjudian daring secara tegas dan terpadu.
Baca juga : Kolaborasi TUKU dan Pyopp Fledge Hadirkan Sandal Barefoot
Plt Deputi Bidang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Kemenko Polkam Brigjen Asep Jenal Ahmadi mengatakan, pemberantasan judi online merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Kemenko Polkam serius menanganinya.
“Penanganan judi online perlu kerja sama dari hulu dan hilir, termasuk penelusuran aliran dana untuk mengungkap pemilik manfaat dari jaringan judi online” ucap Asep.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan, Komidigi terus berkomitmen menciptakan ruang digital yang sehat bagi masyarakat. “Komdigi bekerja sama dan berkolaborasi dengan lintas sektor seperti Pemerintah dan pihak swasta untuk memerangi judi online,” ucap Meutya.
Hingga saat ini Komdigi telah melakukan pemblokiran terhadap akses 5,1 juta situs judi online. “Pemblokiran situs-situs tersebut salah satunya dengan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI),” pungkas Meutya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya