Dark/Light Mode
Polisi Dan KPK Cari Cara
Tak Mudah Bawa Gubernur Bengkulu Ke Jakarta
RM.id Rakyat Merdeka - Demi menjaga keamanan petugas KPK dari amukan simpatisan Rohidin Mersyah, Polisi memakaikan baju Polantas kepada Cagub Bengkulu Petahana itu, agar bisa dibawa ke Jakarta.
Rohidin terkena operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Sabtu (23/11/2024). Rohidin diduga melakukan pemerasan untuk biaya kampanye. Rohidin langsung dibawa ke Kantor Polresta Bengkulu sebelum keesokannya, diterbangkan ke Jakarta.
Minggu (24/11/2024), beredar video Cagub Bengkulu nomor urut 2 itu, keluar dari dalam mobil berwarna hitam memakai seragam Polisi Lalu Lintas (Polantas) lengkap dan masker hitam yang menutupi sebagian wajahnya. Video yang berdurasi 15 detik itu pun viral di media sosial.
Baca juga : Sertifikasi Tingkatkan Kesejahteraan Guru
Kapolresta Bengkulu, Kombes Pol Deddy Nata memberikan klarifikasi terkait video viral itu. Dia bilang, siasat tersebut sengaja dilakukan sebagai bentuk kamuflase, karena di depan kantor Polisi ratusan massa pendukung Rohidin sudah berkumpul. Khawatir terjadi eskalasi risiko keamanan yang membahayakan petugas KPK dan Rohidin, pihaknya pun memakaikan rompi Polantas jadi pilihan.
“Memang situasi agak ricuh. Ada masyarakat Bengkulu pendukung Pak Rohidin yang sudah berkumpul di depan Mapolresta. Ada yang menghadang di gerbang Mapolresta dan ada yang menghadang di sisi yang lain,” ujarnya.
Deddy mengakui, dirinyalah yang berinisiatif agar Rohidin mengenakan seragam Polantas. Sebab hanya seragam itu yang terlihat olehnya di Polresta Bengkulu saat Rohidin menjalani pemeriksaan. “Jadi ini untuk mengelabui massa,” ucapnya.
Baca juga : Mau Nyoblos Di Jakarta Harus Kantongi KTP DKI
Menurut dia, saat petugas KPK membawa Rohidin keluar menumpang mobil Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) melalui gerbang utama, terjadi upaya penghadangan oleh massa pendukungnya. Akibatnya sempat terjadi saling dorong antara massa dengan personil Polresta Bengkulu yang bertugas.
“Beruntung, berkat pakaian Polantas yang dikenakan Rohidin, berhasil mengelabui massa. Dan pada akhirnya mobil Inafis bisa dikeluarkan menuju Bandara Fatmawati,” katanya.
Hal tersebut dibenarkan Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur. Dia menjelaskan, alasan mengapa Rohidin mengenakan seragam Polantas karena proses penangkapan Rohidin cukup sulit. “Tidak segampang dan tidak semudah yang dipikirkan,” ujarnya.
Baca juga : Kapolri: Jaga Persatuan & Kesatuan
Asep menceritakan, saat hendak ditangkap pada Sabtu (23/11/2024), Rohidin tidak ada di tempat. Tim komisi antirasuah menunggu. Akhirnya, Rohidin kembali. Namun, ketika hendak dilakukan penangkapan, Rohidin pergi lagi.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.